TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman M Basri memrioritaskan anak asuhnya yang tak masuk line up saat menjamu Persiba Bantul, Senin (7/3/2011) lalu, pada persiapan laga kandang lawan Persiku Kudus, Minggu (13/3/2011). Pemain pelapis, katanya, juga harus mendapatkan perhatian agar kualitas mereka tidak terlalu jauh dari pemain utama.
"Fisik dan teknik pemain pelapis harus dikembangkan. Ini agar mereka memiliki kemampuan terasah," ujarnya kepada Tribun Jogja usai membimbing latihan pemain PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (10/3/2011).
Pada latihan di Stadion Maguwoharjo, Basri mempertemukan dua tim, terdiri campuran pemain utama dan pemain cadangan. Ia berharap semua pemain dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya, meski hanya dalam latihan.
Bagi Basri, semua anak asuhnya memiliki peluang sama menjadi skuad utama. Hanya saja, katanya, pemain mungkin tak tahu jika memiliki kemampuan menjadi pemain utama. Soal siapa yang berhak menjadi pemain utama, Basri berujar ia menetapkan sejumlah kriteria sebelum memilih pemain utama. Kesiapan fisik dan mental salah satu faktor utama penentuan skuad inti.
Kesiapan tersebut, lanjut Basri, bisa dilihat dari permainan dan perkembangan pemain setelah mengikuti latihan harian. Untuk itu, latihan harian harus bisa dimanfaatkan optimal seluruh pemain.
Manajer PSS Sleman Rumadi mengatakan, menghadapi Persiku, timnya tak mungkin memiliki waktu menggelar uji coba. Untuk itu, dia menyerahkannya kepada pelatih M Basri untuk mengolah pemain.(*)
