Showing posts with label Berita PSS. Show all posts
Showing posts with label Berita PSS. Show all posts

Friday, January 13, 2012

Persik Diimbangi PSS

Persik Kediri gagal memanfaatkan pertandingan kandang pertama di kancah Divisi Utama musim ini. Bermain di Stadion Brawijaya, Kediri, Persik hanya mampu bermain imbang 2-2 (1-1) menjamu PSS Sleman, Jumat (13/1/2012) sore.

Hasil ini jelas mengecewakan karena sejatinya Macan Putih berhasrat mengobati dua kekalahan di dua laga sebelumnya. Bermain menyerang dan mendominasi pertandingan ternyata belum cukup bagi tim ramuan Djoko Malis mengamankan tiga angka.

Malah Persik dibuat kalang kabut karena ketinggalan lebih dulu pada menit 15 melalui aksi Anang Hadi. Beruntung gelandang Oliver Makor berhasil menaikkan semangat bertanding timnya dengan golnya dua menit kemudian. Di babak kedua, Persik tetap menguasai ritme permainan.


Fariz Aditama membuat Persik berbalik unggul di pertengahan babak kedua. Ribuan Persikmania yang mendukung timnya di stadion, sudah membayangkan kemenangan. Namun impan itu buyar karena PSS kembali mencetak gol lewat Fahrikin.


Djoko Malis mempunyai masalah besar di pertahanan karena terlalu gampang ditembus pemain lawan. Berhasil menguasai pertandingan dan melakukan tekanan ke tim tamu, nyatanya konsentrasi pemain belakang sangat rapuh dan takluk oleh serangan balik.


“Saya kecewa tak bisa memenangi pertandingan. Kami lemah di lini pertahanan dan harus menerima gol yang seharusnya tak boleh terjadi. Dalam kondisi unggul di babak kedua, kami terlalu longgar dalam melakukan marking pada pemain PSS,” sesal Djoko Malis.


Djoko menambahkan, secara umum permainan tim sudah seperti harapan karena mengusung semangat tinggi untuk menang. Bisa mencetak dua gol juga sebuah perkembangan karena sebelumnya hanya satu gol tercipta di dua pertandingan.


Sayang tiga angka di depan mata lenyap karena pemainnya lupa pertahanan ketika naik menyerang. “Ini menjadi bahan evaluasi yang bagus untuk tim dan harus diperbaiki untuk pertandingan selanjutnya,” ujar pelatih yang pernah menangani Persmin Minahasa ini.


Sementara, kubu PSS Sleman sudah merasa beruntung dengan satu poin di Stadion Brawijaya. Sejak semula tim tamu memprediksi pertandingan bakal sulit karena Persik berusaha keras memetik kemenangan setelah hasil buruk selama ini.


Bermain agak bertahan dan memanfaatkan serangan balik, nyatanya PSS bisa mencuri dua gol dan membawa pulang satu angka. “Hasil ini sudah bagus karena tidak mudah mengimbangi permainan Persik. Mereka terus menyerang dan lebih banyak menguasai bola. Kami beruntung mendapat dua gol,” ujar Asisten Pelatih PSS Sleman Ikhsan Muhtahid. (okezone.com)

Saturday, January 7, 2012

Ditahan PSIS, PSS Pertanyakan Wasit

Pelatih PSS Sleman Widiyantoro mempertanyakan kepemimpinan wasit yang banyak merugikan timnya, saat ditahan tim tamu, PSIS Semarang tanpa gol dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (6/1) kemarin sore.

“Kami seharusnya mendapat dua penalti karena pemain lawan handsball di kotak penalti. Pemain PSIS Sumardi seharusnya juga mendapat kartu merah, saat menendang Charles Orock karena sebelumnya sudah mendapat kartu kuning. Tapi malah wasit mengalihkan kartu kuning kepada pemain PSIS lainnya,” ungkap pelatih yang akrab disapa Wiwid itu kepada KR, seusai laga.

Wiwid juga mempertanyakan keputusan Nur Mufarikin yang hanya memberi tambahan waktu satu menit, padahal banyak kejadian di lapangan. “Sebenarnya ada apa ini, sehingga wasit banyak merugikan kami,” tandas Wiwid.

Tentang penampilan pasukannya, menurut Wiwid sudah bagus dan mengurung setengah lapangan sepanjang pertandingan. “Hanya faktor keberuntunan saja yang belum berpihak kepada kami sehingga banyak peluang gagal berbuah gol,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan manajer tim PSS, Drs Rumadi yang menilai timnya hanya kurang beruntung saja. Namun Rumadi juga mengakui PSIS unggul di lini tengah. “Mereka juga punya kiper berpengalaman I Komang Putra yang mampu melakukan penyelamatan gemilang,” terangnya.

Sedangkan pelatih PSIS Edy Paryono mengakui, timnya sulit mengembangkan permainan karena terus mendapat tekanan berat dari tuan rumah. “Kami memang banyak ditekan, namun anak-anak mampu menahannya. Hasil ini sudah yang terbaik bagi kami yang harus disyukuri,” jelasnya.

PSS yang mengandalkan duet penyerang Tri Handoko-Orock tampil agresif sejak awal laga. Peluang demi peluang pun tercipta melalui Anang Hadi, Tri Handoko dan Orock, tapi gagal diselesaikan. Peluang terbaik PSS tercipta pada babak kedua, melalui tembakan keras Orock yang membentur tiang gawang.

Dibawah tekanan, PSIS juga beberapa kali meghadirkan ancaman. Masuknya gelandang asing Simone Quientieri dan Basri Lohi pada babak kedua menambah daya dobrak barisan penyerang ‘Laskar Mahesa Jenar’. Namun juga tak mampu mencetak gol dan skor kaca mata bertahan hingga laga usai. (kedaulatan rakyat)

[Foto] PSS vs PSIS (6/1/2012)

YOGYAKARTA, 6/1 - AKSI SUPORTER. Suporter PSS Sleman menyalakan kembang api usai pertandingan PSS Sleman yang menjamu PSIS Smerang pada lanjutan pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/1). PSS Sleman ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 0-0. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/Spt/12


YOGYAKARTA, 6/1 - AKSI SUPORTER. Suporter PSS Sleman menyalakan kembang api usai pertandingan PSS Sleman yang menjamu PSIS Smerang pada lanjutan pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/1). PSS Sleman ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 0-0. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/Spt/12


YOGYAKARTA, 6/1 - BERMAIN IMBANG. Pesepakbola PSS Sleman Charles Orock (atas) berusaha melewati hadangan pesepakbola PSIS Semarang Ahmad Sumardi pada lanjutan pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/1). PSS Sleman ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 0-0. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/Spt/12


YOGYAKARTA, 6/1 - BERMAIN IMBANG. Pesepakbola PSS Sleman Andrid Wibowo (kanan) berusaha melewati hadangan pesepakbola PSIS Semarang Iwan HW pada lanjutan pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/1). PSS Sleman ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 0-0. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/Spt/12


YOGYAKARTA, 6/1 - BERMAIN IMBANG. Pesepakbola PSS Sleman Tri Handoko (kanan) berebut bola dengan pesepakbola PSIS Semarang Han Ji Ho pada lanjutan pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/1). PSS Sleman ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 0-0. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/Spt/12

sumber: www.antarafoto.com

Friday, January 6, 2012

PSS Sleman ditahan PSIS Semarang 0-0

Tim PSS Sleman ditahan PSIS Semarang 0-0 pada pertandingan Divisi Utama PSSI 2011/2012 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat.

Meskipun tampil saling menyerang sepanjang pertandingan, kedua tim tidak dapat menciptakan gol ke gawang lawan.

Pada babak pertama PSS sebagai tuan rumah mengambil inisiatif penyerangan. PSS yang dimotori Anang Hadi sempat menciptakan beberapa peluang.
 
Namun, peluang itu tidak ada satu pun yang dapat dimanfaatkan menjadi gol. Semua peluang kandas, karena penyelesaian akhir masih tumpul.

Begitu pula dengan PSIS yang tampil menyerang tetapi gagal menghasilkan gol sepanjang pertandingan babak pertama. Hingga babak pertama usai, kedudukan 0-0 tidak berubah.

Pada babak kedua, kedua tim juga tampil menyerang. Serangan PSS yang cukup gencar sempat merepotkan barisan pertahanan PSIS.

Namun, serangan yang dibangun PSS selalu kandas di barisan pertahanan PSIS yang bermain cukup kompak, padu, dan disiplin.

Barisan pertahanan PSIS yang cukup solid itu mampu mementahkan setiap serangan yang dilancarkan para pemain PSS.

PSIS yang juga bermain menyerang beberapa kali merepotkan barisan pertahanan PSS. Namun, serangan tim berjuluk Mahesa Jenar itu juga selalu dimentahkan para pemain belakang tim Elang Jawa.

Hingga pertandingan yang disaksikan sekitar 3.000 penonton itu berakhir, kedudukan tetap 0-0.

Pelatih PSS Widyantoro mengatakan, sebenarnya ada beberapa peluang yang tercipta tetapi gagal dijadikan gol. Hal itu disebabkan penyelesaian akhir masih tumpul.

"Anak-anak terlalu tergesa-gesa dalam penyelesaian akhir, sehingga serangan menjadi tidak akurat. Akibatnya, peluang yang ada gagal menghasilkan gol," katanya. (Antara News)

Atmosfer Positif Hinggapi Skuat PSS

Atmosfer positif menginggapi skuat PSS Sleman sebelum laga melawan PSIS Semarang sore ini. Para pemain memunculkan nada optimistis tim yang diperkuat bakal memenangkan pertandingan.

Skuat yang rata-rata bermaterikan pemain muda tersebut tidak menggelar latihan di Stadion Maguwoharjo pada Kamis (5/1) kemarin. Pada Kamis kemarin, justru tim tamu PSIS Semarang yang berkesempatan berlatih di stadion berstandar internasional tersebut

“Oh siap dong. Tentu target menang besok [hari ini],” ungkap penjaga gawang utama PSS, Bogi Santoso, saat ditemui Harian Jogja, kemarin. Dia mengaku bakal berjibaku sekuat tenaga untuk menjaga agar gawang PSS tetap perawan.

Gelandang sayap kiri, Andrid Wibawa, pun tidak kalah optimistisnya. Ia bertekad akan berjuang sekuat tenaga untuk membongkar pertahanan lawan dari sisi sayap. “Saya diminta untuk bekerja keras karena sisi kanan pertahanan lawan agak lemah,” ujar dia

Dengan penuh keyakinan, mantan striker Real Mataram yang berlaga dalam kompetisi Liga Prima Indonesia tersebut memprediksi PSS bakal unggul 2-0. “Saya juga yakin bisa mencetak gol,” kata pria asli Klaten tersebut.

Gelandang kanan, Fahrikin, yang diplot menggantikan posisi Agus ‘Grandong’ Purwoko juga meyakini di akhir 2×45 menit pertandingan sore ini, PSS bakal keluar sebagai pemenang. “Skornya kemungkinan tipis karena mereka juga tim yang kuat,” ujarnya. Ketika diwawancarai, Fahrikin tengah mengintip latihan PSIS dari lantai empat stadion yang dijadikan mes PSS.

Mantan pemain Persibangga Purbalingga ini menambahkan PSIS memang bermaterikan para pemain yang sudah berpengalaman. Sementara PSS rata-rata merupakan pemain muda. “Namun, atas kerja keras dan dukungan penuh dari penonton, saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan,” ungkapnya.

Waspada  

“Kami tetap waspada tapi secara keseluruhan semua dalam keadaan siap,” kata kapten PSS, Fahrudin. Ia mengaku tidak gentar berduel dengan striker lawan, Vitor, yang berprostur besar.

Kewaspadaan juga diungkapkan oleh striker Charles Orock. Pria Kamerun yang beristrikan wanita berdarah Maluku tersebut mengungkapkan ia mengetahui persis karakter pelatih PSIS Semarang, Edy Paryono.

“Saya dulu pada 2007 dilatih dia [Edy Paryono] saat memperkuat Persipur Purwodadi. Pola mainnya agresif dan terus menyerang,” ungkap mantan pemain Persebaya Divisi Utama ini. Meski demikian, tidak ada alasan bagi PSS untuk tidak memenangkan pertandingan ini. Pasalnya, semua pemain dalam kondisi fit dan siap tempur.

Ditanya tentang jumlah gol yang bakal ia bukukan sore nanti, Orock menjawab diplomatis. “Soal gol saya serahkan kepada Tuhan. Kalau tidak cetak gol juga tidak masalah yang penting tim menang, entah gol itu dicetak oleh siapa,” ungkapnya.

Untuk menghindari ketegangan jelang laga sore nanti, pada Kamis sore kemarin sebagian besar pemain PSS memanfaatkan jeda latihan dengan bersantai di kamar, mengobrol dan menonton televisi atau jalan-jalan di seputaran stadion. Mereka ingin rileks sejenak sebelum pertandingan berat keesokan harinya. (harian jogja)

Wednesday, January 4, 2012

Almiro Gabung Latihan PSS

Setelah sempat tertunda beberapa hari, gelandang asal Brasil, Almiro Valadares akhirnya bergabung dalam latihan PSS Sleman, Rabu (4/1) kemarin sore di Stadion Maguwoharjo Sleman. Namun pemain yang musim lalu memperkuat PSMS Medan ini masih dijajaki kualitasnya sebelum ditentukan kelayakannya untuk direkrut.

“Saya masih akan melihat kualitasnya. Saat ini tim tengah konsentrasi menghadapi PSIS Semarang. Mungkin nanti setelah melawan PSIS, saya baru bisa menentukan kelayakannya untuk direkrut,” jelas pelatih PSS, Widyantoro kepada KR sebelum memimpin latihan, kemarin sore.

Mengenai kondisi striker Tri Handoko yang sempat dibelit cedera engkel, menurut Widyantoro sudah membaik dan kemungkinan besar sudah bisa dimainkan saat menjamu PSIS. 

Ketua Panpel PSS Sudaryo BA menjelaskan, untuk mengamankan pertandingan melawan PSIS, pihaknya akan mengerahkan tidak kurang dari 750 personel keamanan, berasal dari unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Bala Slemania.

“Kami kerahkan lebih banyak tenaga keamanan, karena kemungkinan jumlah penontonnya lebih banyak dibanding pertandingan sebelumnya,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Panpel, suporter PSIS yang tergabung dalam Panser Biru dan Snek diperkirakan 500 orang. Mereka akan ditempatkan di tribun selatan atau kuning dan dijaga khusus untuk menghindari gesekan dengan suporter tuan rumah. Sesuai pertemuan antara manajemen PSS, Slemania dan Ultras sebelumnya, untuk lima pertandingan kandang melawan PSIS, Persik Kediri, PSCS Cilacap, PPSM Magelang dan Persis Solo, tribun timur akan ditutup dan khusus untuk suporter tamu.

Sudaryo menambahkan tim keamanan akan melakukan sweeping terhadap senjata tajam, minuman keras, petasan dan kembang api. Pengamanan tak hanya dilakukan di dalam stadion, tapi juga di luar, termasuk jalan-jalan protokol menuju stadion. Panpel menaikkan harga tiket. Tribun VVIP atau biru yang sebelumnya Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu, merah yang sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu dan hijua serta kuning Rp 15 ribu. (kr)

Tri Handoko Bisa Dimainkan

Striker andalan tim Elang Jawa, Tri Handoko, dikabarkan siap dimainkan oleh pelatih PSS, Widyantoro, saat PSS menghadapi PSIS Semarang, Jumat (6/1/2012) lusa. Pemain bernomor punggung 10 tersebut tak mengalami cedera yang terlalu serius.

Sebelumnya, Tri Handoko dikabarkan sempat mengalami cedera memar pada engkel kaki kirinya, saat PSS melakoni laga uji coba melawan klub lokal, Persada Ngemplak, beberapa hari lalu. "Tadi pagi, dia sudah bisa ikut bergabung latihan, dan sepertinya saya bisa memainkannya Jumat besok," ujarnya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (4/1/2012).
 
Hal itupun diakui Wiwid sebagai angin segar bagi tim asuhannya. Ia sempat khawatir dirinya bakal kehilangan bomber utama PSS tersebut saat meladeni permainan anak-anak Semarang.

Meski demikian, ia tampaknya tetap menyiapkan beberapa strategi alternatif. Hal itu ia lakukan sebagai antisipasi apabila Tri Handoko tak bisa bermain selama 90 menit penuh. "Untuk jaga-jaga, saya tetap menyiapkan Basten sebagai pelapis, atau alternatif lainnya dengan merotasi beberapa posisi pemain," lanjut pria asal Magelang ini.(Tribun Jogja)

PSS Siapkan Komposisi Alternatif

PSS Sleman menyiapkan komposisi pemain inti alternatif untuk mengantisipasi jika dua pemain pilarnya, Tri Handoko dan Agus ‘Gerandong’ Purwoko yang tengah dibelit cedera, tidak bisa dimainkan saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Jumat (6/1) mendatang, di Stadion Maguwoharjo Sleman.

“Sampai hari ini (kemarin, Red) Agus dan Tri Handoko belum bisa latihan karena masih dibekap cedera. Akan kami lihat kondisi mereka sampai H-1 pertandingan untuk memastikan bisa dimainkan atau tidak. Untuk mengantisipasi jika mereka tidak bisa dimainkan, kami telah menyiapkan penggantinya,” ungkap pelatih PSS Widiyantoro kepada KR, Selasa (3/1) kemarin.

Untuk menggantikan Tri Handoko, Wiwid, sapaan akrab Widiyantoro, akan mendorong Andrid Wibowo yang biasa berposisi di sayap kiri ke lini depan untuk berduet dengan Charles Orock. Posisi yang ditinggalkan Andrid bakal diisi Nanda. Sedang untuk menggantikan Agus Purwoko, disiapkan pemain baru asal Persibangga Purbalingga, Fahrikin.

Menurud Wiwid, Andrid tidak akan menemui kesulitan di barisan penyerang karena posisi aslinya memang di striker. Saat masih membela Real Mataram, Andrid menjadi andalan di posisi penyerang ini.

Diakui Wiwid, jika Tri Handoko harus absen, memang bakal mengurangi daya dobrak barisan penyerangnya. Apalagi pemain yang musim lalu sudah membela PSS ini, telah menyatu dengan Orock. Untuk itu mantan pelatih PPSM Magelang ini berharap Tri Handoko segera pulih dari cedera dan bisa dimainkan saat menjamu PSIS. (kr)

Widiyantoro Siapkan Pengganti Grandong

Menghadapi PSIS Semarang, pelatih PSS Sleman menyiapkan pengganti Agus ‘Grandong’ Purwoko yang terbelit cedera kaki kanan. Dua pemain yang disiapkan yakni Fahrikin dan Nanda Nasution.

“Untuk Grandong saya coba mengantisipasi dengan Fahrikin atau Nanda,” ujar Widiyantoro saat ditemui Harian Jogja di Stadion Maguwoharjo, Selasa (3/1). Grandong selama ini jadi andalan PSS di lini tengah.

Cedera Grandong didapat ketika PSS menjamu Persibangga Purbalingga dalam laga uji coba pada Desember tahun kemarin. Otot di sekitar betisnya mengalami masalah sehingga terpaksa harus menjalani perawatan.


Grandong mengaku sempat kesulitan menekuk kaki kanannya karena menimbulkan nyeri. Selama beberapa kemarin Grandong menyebutkan rutin terapi di sekitar area cedera. Hasilnya, perlahan sudah berangsur pulih.


“Kalau dipakai untuk lari sudah bisa tapi masih pelan-pelan,” tambahnya lagi. Menurut dia, jika cedera tersebut sudah pulih, saat menghadapi PSIS Semarang pada 6 Januari mendatang dia siap diturunkan. (Harian Jogja)

Emosi Labil, Finishing PSS Buruk

Faktor kematangan emosi jadi penyebab buruknya penyelesaian akhir pemain PSS Sleman saat menghadapi Persada Ngemplak di laga uji coba tiga hari lalu.

“Mereka [pemain] belum bisa mengontrol emosi. Untuk mencetak gol, bola ditendang kencang atau pelan sama saja, yang penting terarah,” kata Manajer PSS Sleman, Rumadi, Senin (2/1). Dalam beberapa kesempatan emas di depan gawang, para pemain PSS terlihat sangat terburu-buru menceploskan bola ke gawang.

Hasilnya, sepakan yang dilakukan dengan sekuat tenaga tersebut justru tidak menghasilkan apa-apa. Meski demikian, Rumadi memberikan kredit khusus kepada gelandang bertahan, Marwan Muhammad.


Menurut Rumadi, mantan penggawa Persigo Gorontalo itu dianggap memiliki kematangan dari sisi emosi sehingga mampu mengontrol permainan. Tidak hanya itu, pemain ini juga sering diandalkan untuk menjebol gawang lawan. “Gol-gol yang dia [Marwan] cetak, sederhana dan terarah,” lanjut guru SMA itu.


Kata Rumadi, penyelesaian akhir di depan gawang harus segera dibenahi sebelum pertandingan menghadapi PSIS Semarang pada Jumat (6/1) mendatang. Rumadi merasa yakin kemenangan bakal diraih PSS dalam pertandingan tersebut.


Soal kesiapan pemain, striker Tri Handoko yang sempat terancam tidak bisa memperkuat PSS dalam laga menghadapi PSIS Semarang ternyata sudah ikut berlatih pada Selasa (3/1) kemarin. Striker asal Solo ini terlihat sudah bisa berlari. Ditemui seusai latihan, Tri mengaku sudah bisa menggerakan kakinya dan berharap segera pulih sebelum pertandingan Jumat mendatang.


Tri mengalami cedera saat melakoni laga uji coba melawan Persada Ngemplak. Dalam pertandingan tersebut, Tri harus ditarik keluar di pertengahan babak pertama karena mengalami masalah pada pergelangan kaki kanannya. Akibat benturan sebanyak dua kali di tempat yang sama, pergelangan kakinya mengalami bengkak sehingga menimbulkan nyeri. (harian jogja)

Manfaatkan Lebar Lapangan (E-Paper)

Manfaatkan Lebar Lapangan
(klik gambar untuk membesarkan)

(harian jogja)

Wiwid Putar Otak Lagi Cari Alternatif (E-Paper)

Wiwid Putar Otak Lagi Cari Alternatif
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Saturday, October 1, 2011

Rumadi Tunggu Format Divisi Utama (E-Paper)

Rumadi Tunggu Format Divisi Utama
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

PSS Bungkam Sindutama 5-1

Meski kejelasan kapan kompetisi Liga Indonesia dimulai belum jelas, skuad Super Elja besutan coach Widiantoro terus mempersiapkan diri dengan mengadakan seleksi tertutup dan ujicoba. Sore tadi, Jum'at (30/9) dalam laga ujicoba menghadapi Sindutama Mlati di Stadion Maguwoharjo Sleman, PSS berhasil mengungguli lawannya denga skor telak 5-1. Gol kemenangan PSS masing-masing diciptakan oleh Basuki, Abubakar, Dulsan Lestaluhu dan sepasang gol diborong penyerang Tri Handoko.

Dibabak pertama PSS menurunkan mayoritas pemain lokal asli Sleman dan beberapa pemain seleksi. Hasilnya PSS mampu mengungguli lawannya 2-0. Gol pertama dicetak Basuki melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan bola diagonal sepak pojok dari Abubakar, pemain seleksi dari Persigo Gorontalo. Keunggulan 1-0 belum menurunkan tempo serangan PSS. Dipertengahan babak pertama PSS menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah Abubakar berhasil menceploskan bola ke gawang Sindutama setelah mendapatkan umpan terobosan dari Nanda Nasution di sisi kiri pertahanan Sindutama. Hingga turun minumn kedudukan tetap 2-0 untuk PSS.


Di babak kedua PSS menurunkan hampir semua pemain inti musim lalu dan beberapa pemain seleksi seperti Burhanudin (Persigo) dan Zaenal Fanani (Persikab/eks PSS 2007). Hasilnya PSS mampu menambah keunggulan menjadi 5-0. Tiga gol tambahan PSS dicetak melalui Dulsan Lestaluhu yang lepas dari kawalan pemain belakang Sindutama. Berikutnya giliran Tri Handoko yang memborong dua gol tambahan setelah berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti setelah terjadi kemelut didepan gawang Sindutama. Jelang bubaran, Sindutama berhasil memperrkecil kedudukan menjadi 5-1.


Sementara itu sore tadi juga nampak beberapa pemain seleksi yang mengikuti ujicoba tersebut antara lain: Abubakar dan Burhanudin (Persigo), Andrid (Real Mataram), Zaenal Fanani (Persikab/eks PSS 2007), Nkomo Joseph (eks PSS 2009) dan M. Eksan (eks.PSS 2010)

slemania.or.id

Friday, September 30, 2011

Tak Sabar (E-paper)

Tak Sabar
Hermawan Pemain Termuda di Squad Elja
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Rumadi Bidik Cornelis Kaimu (E-Paper)

Rumadi Bidik Cornelis Kaimu
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Titik Nadir

Kesepakatan merger antara PSS dengan PT. Putra Mataram Sejati (Real Mataram) berada di titik nadir dan terancam gagal. Setelah sebelumnya terganjal dengan posisi Ketua Umum PSS, belakangan terungkap bahwa manajemen PT PMS merasa kerberatan dengan persyaratan yang diajukan Super Elang Jawa.

Sebelumnya, PSS mengajukan 6 syarat pokok ke PT PMS untuk meluluskan merger. Beberapa poin dalam persyaratan tersebut dinilai tidak fair oleh kubu PMS, utamanya soal kendali manajemen dan sponsorship (lihat grafis).

Bila merger ini gagal, hampir dipastikan PSS bakal berlaga di kompetisi amatir musim depan. Pasalnya, berkas yang tercatat di PSSI hingga saat ini masih menggunakan akta milik PT. Putra Mataram Sejati. Sementara, hingga saat ini PSS belum memiliki badan hukum sebagai pengganti bila merger tersebut gagal.
CEO PT. Putra Mataram Sejati Erik Irawan Pujoadi membenarkan bahwa pihaknya merasa keberatan dengan persyaratan yang diminta pihak PSS. Hanya saja, Erik enggan menjelaskan lebih jauh.

Diakui bahwa pihaknya belum mau membahas masalah tersebut, sebelum ada kejelasan mengenai posisi Ketua Umum PSS. “Biar masalah itu (ketum), beres dulu lah,” ujar Erik.

Erik mengakui bahwa proses merger masih mandeg hingga kini. Alasannya, karena masih menunggu kejelasan soal jabatan Ketua Umum PSS yang hingga kini masih diemban Ibnu Subiyanto, mantan Bupati Sleman yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Cebongan, terkait kasus korupsi pengadaan buku ajar.

Posisi ketua umum, menurut Erik , sangat penting, agar terjadi kejelasan siapa yang memegang kendali, serta siapa yang bertanggung jawab secara hukum terkait perjanjian kerja sama. “Kami berharap, persoalan ketua umum ini segera jelas, sehingga pembicaraan merger bisa dilanjutkan,” ucapnya. (radar jogja)

Thursday, September 29, 2011

Anang Hadi Cs dapat Uang Saku (E-Paper)

Anang Hadi Cs dapat Uang Saku
(klik gambar untuk membesarkan)
(tribun jogja)

Ditemui manajemen Real Mataram, Ibnu tegaskan tak berambisi jadi Ketum PSS

Ketua Umum PSS Sleman Ibnu Sibyanto menyatakan tidak berambisi untuk terus menduduki jabatan tersebut selama proses penggantian dirinya sesuai mekanisme.

Media Office PT Putra Mataram Sejati, Y Sri Susilo, mengatakan pernyataan itu terungkap dalam pembicaraan antara mantan Bupati Sleman tersebut dan rombongan PT PMS selaku pengelola Real Mataram FC.

Rombongan PMS yang dipimpin Erik Setiawan diketahui mengunjungi Ibnu di Lapas Cebongan pekan lalu. Ditambahkan Susilo, Ibnu kembali menegaskan semenjak diperkarakan sampai divonis, dirinya masih menjabat selaku Ketua Umum PSS. “Menurut Pak Ibnu, sampai sekarang belum ada surat keputuan penggantian ketua umum,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (28/9) siang.


Menyitir perkataan Ibnu, Susilo mengatakan jabatan selaku ketua umum diberikan kepada Ibnu selaku individu bukan selaku Bupati Sleman. Hal ini berarti ganti bupati tidak lantas jabatan ketua umum klub juga berganti secdara otomatis.


Namun demikian, Ibnu tidak mempermasalahan jika jabatan ketua umum dicopot darinya, asalkan sesuai mekanisme yakni melalui keputusan bersama 88 klub pemegang hak suara. “Sedari awal Pak Ibnu sudah menyadari dalam keadaan di dalam [Lapas] tidak akan optimal memimpin PSS,” jelas Susilo.


Ditanya soal merger, Ibnu mengatakan dia bersedia diajak berembuk dan menandatangani kesepakatan merger asalkan manajemen PSS menemui dirinya dan memberikan penjelasan terkait dengan proses merger tersebut. Namun, sampai kini ia belum pernah diajak bicara oleh manajemen PSS.


Terkait masalah merger, Ibnu mengatakan akan mendukung jika 88 klub pemegang hak suara juga mendukung karena hal tersebut merupakan representasi dari aspirasi masyarakat Sleman. Lanjut Ibnu, kalau pun bisa mandiri tanpa merger, tidak masalah asalkan dikelola dengan baik tapi jika belum mampu, bisa meminta bantuan pihak lain yang lebih profesional.


Menurut Susilo, Ibnu menjelaskan panjang lebar tentang rencana jangka panjang untuk menjadikan sepak bola Sleman, termasuk PSS, ke ranah profesional, yang didahului dengan penyiapan infrastruktur berupa stadion. Setelah infrastrktur selesai, seharusnya SDM manajemen juga harus profesional agar bisa melahirkan para pemain yang profesional pula.


Ibnu tertawa

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu menanyakan tentang nota kesepahaman (MoU) merger antara PT PMS dan PSS. Selain itu, Ibnu juga ditunjukkan enam poin tuntutan manajemen PSS kepada PT PMS sebagai syarat merger. Menurut Susilo, seusai membaca enam poin tuntutan tersebut, Ibnu tertawa sembari mengatakan berbagai tuntutan tersebut tidak sesuai dengan prinsip good corporate governments.

Misalkan salah satu poin tuntutan yang menginginkan agar PSS diberi kewenangan mencari sponsor sendiri di luar sponsor yang dicari oleh manajemen yang akan terbentuk nantinya. Padahal, dalam ilmu manajemen segala hal yang dilakukan demi kemajuan perusahaan, harus dilakukan melalui sistem satu pintu agar transparan dan akuntabel.


Sebagai seorang dosen ekonomi, Ibnu juga memberikan penjelasan terkait pengertian merger. Menurutnya merger bisa dibedakan atas dua yakni Congeneric merger yang berarti dua pihak sama-sama saling membutuhkan, kemudian bertemu dan membuat kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu bentuk lainya yakni Purchase, yakni salah satu pihak mendanai dan melakukan perencanaan manajemen yang baik. Nantinya pihak pemilik akan mendapatkan jatah saham.


Lanjut Susilo, persoalan merger antara PT PMS dan PSS memiliki bentuk purchase seperti yang dikatakan Ibnu, di mana nantinya saham PSS yang diberikan PT PMS, menjadi milik bersama 88 klub pemegang hak suara tersebut.


Erik Irawan membenarkan ia bertandang ke Lapas Cebongan menemui Ibnu. Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk pencerahan karena Ibnu yang merupakan seorang dosen memiliki pengetahuan luas serta visi yang tajam. “Saya banyak belahar dari dia,” kata Erik.(Harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez)

Gusnul Ancam Tinggalkan PSS

Pelatih PSS Sleman pilihan Real Mataram, Gusnul Yakin, mengancam meninggalkan Sleman jika tak segera ada kepastian tentang masa depannya di tim ‘Laskar Sembada’. Sejauh ini, rencana merger PSS dengan Real Mataram memang masih kabur.

Rencana kepergian Gusnul terkait dengan adanya sejumlah tawaran dari klub Level I lainnya. Tetapi ia belum memberi jawaban karena masih menunggu proses merger PSS-Real. Yang jelas, jika merger batal, ia memastikan hengkang dari Sleman.

Sumber di Real Mataram mengatakan, Gusnul mendapat tawaran untuk kembali menukangi Arema Malang. Ketika dikonfirmasi, mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini pun tak membantah. “Semua masih dalam tahap pembicaraan awal. Saya masih bersedia menangani PSS kalau merger sudah jelas,” katanya.

Sebelumnya Gusnul sudah diajak menyusun kerangka tim PSS baru bersama manajemen Real Mataram. Seleksi juga sudah ia lakukan bersama asisten pelatih, Widyantoro dan Joko Irianto. Hanya, pemain-pemain yang mereka pilih dinilai belum layak tampil di liga kasta tertinggi Tanah Air. Satu minggu seleksi, latihan terhenti akibat merger yang belum jelas.

Manajemen Real pun memulangkan semua pemain lolos seleksi, yang sebelumnya mengikuti latihan di Lapangan Temanggal. Gusnul pun pulang ke Malang. Selama di Malang ia terus memantau perkembangan. Ia berharap segera ada kepastian. Gusnul ingin melatih PSS karena melihat tim ini kaya potensi. Ia rela menurunkan standar gajinya.

Melihat format kompetisi yang tidak mencantumkan nama PSS di Level I yang diikuti 24 klub, besar kemungkinan merger gagal. Semula PSS mau merger bila bisa main di Level I. Jika tidak, PSS akan mandiri dan bermain di Level II.
Sonic Run: Internet Search Engine
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.NetYahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetMsn bot last visit powered by MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Feedage Grade B rated
Preview on Feedage: sport Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki