Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts

Friday, September 30, 2011

Tak Sabar (E-paper)

Tak Sabar
Hermawan Pemain Termuda di Squad Elja
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Monday, September 26, 2011

Wednesday, September 14, 2011

Elja Forever (E-Paper)

Elja Forever
Fachrudin Cari Klub yang Jelas
(klik gambar untuk membesarkan)
 (tribun jogja)

Monday, August 22, 2011

Investasi Masa Depan (E-Papper)

Investasi Masa Depan
Agus Tak Segan Belepotan Kotoran Sapi dan Kambing
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Monday, August 15, 2011

Tak Ambil Pusing (E-Papper)

Tak Ambil Pusing
Pemain PSS Sleman Soal Merger dengan Real Mataram FC
(klik gambar untuk membesaran)
(tribun jogja)

Wednesday, August 10, 2011

Selangkah Lagi (E-Papper)

Selangkah Lagi
Hermawan Menjadi Squad Senior Laskar Elang Jawa
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Tuesday, August 2, 2011

Peran Ganda (EPapper)

Peran Ganda
Lima Gelandang PSS Siap Dimainkan Di Semua Posisi
(klik gabar untuk memperbesar)

(tribun jogja)

Friday, July 29, 2011

Awank Ingin Bisnis Kupat Tahu (E-Papper)

Awank Ingin Bisnis Kupat Tahu
(klik gabar untuk memperbesar)

(Agus "Awank" Setiawan) 

(radar jogja)

Nanda Siap Turun Lapangan (E-Papper)

Nanda Siap Turun Lapangan
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Masih Bisa Beralih (E-Papper)

Masih Bisa Beralih
Trio Defender PSS Menanti Kepastian dan Kecocokan
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Monday, July 25, 2011

Tandem Ideal (E-Papper)

Tandem Ideal
Tri-Ferry Sama-Sama Dapat Chemistry
(klik gambar untuk membesarkan)

(tribun jogja)

Saturday, July 16, 2011

Awas Godaan Klub Lain

SLEMAN- Pemain PSS Sleman dijatah libur 10 hari. Tanggal 25 Juli mendatang, semua pemain wajib berkumpul lagi. Selama 10 hari tersebut, pelatih PSS Sleman M Basri mewanti-wanti para pemainnya, agar tidak tergoda tawaran klub lain. Basri pantas was-was dengan masalah ini. Sebab, 12 pemain inti PSS Sleman saat ini berstatus bebas. Alias habis masa kontraknya. Basri tidak memungkiri selama libur sepuluh hari tersebut bakal banyak klub yang mendekati anak- anak asuhnya. "Saya harap mereka tetap kembali tanggal 25 Juli mendatang, meski sampai saat ini pihak manajemen belum bisa menjanjikan apapun sebelum ada kejelasan regulasi musim depan," harapnya.

Selain pesan khusus kepada para pemain lama, kemarin Basri juga memberikan keterangan khusus kepada pemain-pemain anyar yang selama ini ikut berlatih bersama Agus Purwoko dkk. Pelatih dan manajemen akan melakukan evaluasi untuk melihat rapor pemain baru ini.

Pemain-pemain baru yang selama ini mengikuti latihan bersama pemain lama akan dinilai kinerjanya. Yang tidak memenuhi kriteria akan dicoret. Namun pelatih PSS Sleman M Basri enggan menyebut nama nama yang bakal dicoret dalam sepuluh hari mendatang. "Tidak etis kalau saya sebut sekarang," ujar Basri diplomatis.
Ditemui usai laga uji coba melawan PS Orion di Stadion Maguwoharjo kemarin sore, Basri menyebut sebagian pemain baru yang ikut berlatih tidak akan dipanggil lagi untuk ikut berlatih saat pasukan Super Elang Jawa kembali berlatih 25 Juli mendatang.

Terkait dengan masa depan kompetisi, pelatih 68 tahun tersebut juga berharap PSSI segera menentukan regulasi dan jadwal musim depan. Hal tersebut berpengaruh pada masa persiapan pra musim. "Paling tidak, idealnya masa persiapan pra musim membutuhkan tiga bulan. Mudah- mudahan semuanya segera menjadi jelas," harapnya.

Sore kemarin PSS menggelar uji coba melawan PS Orion. Pertandingan tersebut dimenangi PSS 8 - 0. (C6)


sumber: radar jogja

Friday, July 15, 2011

Nanda Rindu Rumput Maguwoharjo

Dua bulan dibekap cedera, membuat Wahyu Nanda Dadari Nasution gatal. Dia rindu untuk turun lapangan lagi. Gelandang 20 tahun tersebut berharap bisa segera kembali menikmati atmosfer lapangan hijau bersama rekan- rekannya. “Saat ini masih sering nyeri. Mudah-mudahan setelah bulan puasa nanti, kondisi saya akan fit,” terang alumnus AMS Seyegan ini. Dia tak menyangka, cedera engkelnya yang tak kunjung sembuh. Padahal, biasanya cedera engkel hanya membutuhkan waktu penyembuhan kurang lebih dua sampai tiga hari.


Hasil pemeriksaan dokter, menyebutkan otot di sekitar engkelnya mengalami pembengkakan. Untuk itulah, pemain kelahiran Amuntai, 21 November 1984 tersebut saat ini secara rutin melakukan terapi air panas dan olahraga renang seminggu tiga kali. Nanda berharap masa libur kompetisi ini bisa mempercepat masa penyembuhannya.

Meski selama ini sering menjadi pelapis Anang Hadi, bukan berarti kontribusi Nanda minim bagi tim. Tak jarang, masuknya Nanda bisa merubah permainan. Seprti seniornya, Anang Hadi, Nanda merupakan pemain binaan PSS sejak junior. “Saya tidak masalah dicadangkan, saya sadar, pengalaman saya masih minim. Jika diberi kesempatan lebih, saya akan berikan yang terbaik untuk PSS,” janjinya. (c6)
radar jogja

Thursday, July 14, 2011

Anang Hadi Tunggu Anak Pertama

Playmaker PSS Sleman, Anang Hadi Saputro, 26, saat ini sedang harap- harap cemas. Bukan lantaran kontraknya bersama Super Elang Jawa yang tak kunjung diperpanjang, namun karena pemain berpostur 168 sentimeter tersebut tengah menunggu kelahiran anak pertamanya hasil pernikahannya dengan Maya Novi Astuti.

“Menurut perkiraan dokter akan lahir bulan depan,” katanya disela-sela uji coba PSS melawan PSK Kalasan di Stadion Maguwoharjo kemarin. Hasil tes Ultrasonografi (USG) menunjukkan, bahwa janin yang ada di kandungan sang istri adalah janin laki- laki. Namun, dia tidak mempermasalahkan laki-laki atau perempuan. Yang penting baginya adalah kesehatan istri dan anaknya nanti.


Nama Zidane, pemain legendary Real Madrid akan menjadi sebagian nama anaknya kelak. Meskipun masih mencari-cari nama yang lengkap yang akan dipakai, nama Zidane akan digunakan di tengah-tengahnya.”Dia (Zidane, Red) idola saya,” papar alumnus AMS Seyegan ini.

“Saya minta doanya, biar semuanya berjalan lancer dan diberikan kesehatan,” tandas pemain yang bergabung ke PSS Sleman sejak 2008 silam ini. radar jogja

Wednesday, July 13, 2011

Ketika Fajar Listyantara Ingin Kembali ke PSS Sleman

Ingin Dekat Keluarga, Rindu Atmosfer Sepakbola Jogja

PSS Sleman banyak melahirkan pemain bintang yang kini berkiprah di sejumlah klub besar. Meskipun begitu, mereka tak lupa dengan klub yang membesarkannya. Niat kembali membela PSS Sleman mengusik mereka. Satu diantaranya adalah Fajar Listyantara.

Bersama sang kakak, Seto Nurdyantara (Pemain Persiba Bantul), Fajar pernah mengukir kenangan manis saat mengantarkan PSS Sleman finish di papan atas klasemen akhir Divisi Utama beberapa musim yang lalu (saat belum ada Liga SUper Indonesia).
 
Kala itu, PSS Sleman dengan sederet bintangnya menjadi tim yang disegani. Belakangan nama-nama pemain tim berjuluk Laskar Sembada ini menjadi pemain yang matang di klub-klub lain. Sebut saja Busari, Slamet Nurcahyo, Seto Nurdyantara dan sejumlah pemain lainnya.

Pun juga dengan Fajar, pemain yang dikenal dengan lemparan bola-nya ini pernah menjadi punggawa Laskar Sembada dan kemudian berkelana menjadi pemain di sejumlah klub lain, seperti PSIM Jogja, Persibo Bojonegoro dan terakhir di PSCS Cilacap.

Nah, kenangan menjadi pemain pujaan Slemania dan atmosfer Stadion Maguwoharjo mengusik kembali kenangan pemain berusia 30 tahun ini. Niatan untuk kembali berkostum hijau-hijau warna khas kostum PSS Sleman membuatnya ingin kembali membela PSS Sleman.

"Kalau pihak PSS membutuhkan, saya siap kembali," terangnya saat ditemui di turnamen Harjobinangun Cup di Lapangan Harjobinangun Pakem Sleman Senin (11/7) kemarin.

Fajar merasa pengalamannya bergabung dengan PSS sulit untuk dilupakan. PSS lah yang membuat namanya dikenal publik. Dia mengaku merindukan atmosfer sepakbola Jogja yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena itu, meskipun sejumlah klub berusaha mendekatinya, dia belum berani memberikan kepastian untuk menentukan pilihan.

"Kebanyakan masih pembicaraan awal. Tapi ada beberap klub yang menyatakan keseriusannya," tambahnya. Namun dia masih belum bisa mengambil keputusan sekarang. Sembari mengunggu kebijakan kompetisi yang baru setelah konggres PSSI.

Hasratnya memang besar untuk kembali ke PSS Sleman. Namun, jika tenaganya memang tidak dibutuhkan, Fajar berharap dirinya bisa bergabung dengan salah satu klub yang berada di Jogja. Pemain kelahiran 28 Jubi 19781 ini mengaku ingin lebih dekat dengan keluarga sebagai alasan utama.

Kehadiran Fajar di Harjobinangun Cup ini untuk menambah kesemarakan turnamen. Fajar da beberapa pemain lain seperti bek PSS Sleman Fachrudin bermain dengan bendera "Fajar Wisesa".

Bagu Fajar, turnamen ini sekaligus ajang kangen-kangenan dan reuni dengan kawan lamanya sekaligus untuk teteap menjaga kebugaran dan kemampuan sepakbolanya selama libur kompetisi yang lumayan lama.

Sumber: Radar Jogja

Tuesday, March 1, 2011

Furqon Biasa Online Dua Jam Sehari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gelandang bertahan baru PSS, Furqon Alkatir,  sering merasa jenuh di mess. Untuk mengusir saat jenuh ketika tidak ada jadwal latihan, mantan pemain Pro Duta FC itu sering meluangkan waktu untuk ngenet di warung internet.

"Ngisi waktu aja, daripada tidak ada kegiatan di mess. Satu-satunya hiburan ya ke warnet, online," ujarnya kepada Tribun Jogja sebelum meluncur ke warnet di sekitar Stadion Maguwoharjo Sleman, DIY, Selasa (1/3/2011) siang.

Pemain baru PSS yang belum diturunkan di pertandingan pertama putaran kedua melawan Persigo itu mengaku sering pergi ke warnet. Terlebih ketika ia merasa butuh hiburan. "Biasanya sehari ke warnet paling tidak dua jam saja cukup," terangnya.

Saat menghibur diri di warung internet, Furqon biasanya browsing berita dan informasi upadate yang sedang hangat dibicarakan. Selain itu, teman sekamar Abdullah Rifai di mess PSS itu juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan keluarga dan temannya secara online.

"Yang pasti sih buka Facebook. Selain itu chatting dengan teman-teman saya," paparnya.

Friday, February 11, 2011

Anang Diantara Trail dan Bido

Anang Hadi bersama Bido di atas motor trailnya.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Playmaker PSS Sleman, Anang Hadi Saputra (25) ternyata menggemari dunia otomotif dan satwa. Pemain bernomor punggung 8 ini memiliki sebuah motor trail dan seekor burung elang. Dua hal tersebut, menurut Anang, menjadi hiburan baginya setelah disibukkan akitivitas bersama PSS.
 
"Liburan kemarin, saya lebih banyak bersama istri di rumah. Paling banyak, saya melihat aktivitas penambang pasir di aliran Kali Gendol sambil bermain motor trail," ujarnya di Mes PSS Sleman, Lantai 3 Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (11/2/2011).

Anang mengaku, meski hanya menyaksikan para penambang pasir di kali yang hanya beberapa meter dari rumahnya, ia bisa mendapatkan hiburan dan refreshing. "Yang menambang pasir sebagian besar adalah anak-anak muda di kampung saya. Mencari uang dari pasir Merapi sudah menjadi pilihan utama mereka," ungkapnya.

Saking dekatnya, Anang mengerti betul berapa rupiah yang diperoleh teman-teman di kampungnya dari menambang pasir. Menurutnya, sehari sekitar tiga orang penambang bisa mendapatkan uang hingga Rp 150 ribu. Jumlah tersebut didapat setelah mengumpulkan satu rit pasir atau satu truk besar.

Selain bersantai dengan motor trail hasil modifikasinya, Anang juga menyempatkan diri memelihara burung elang. Burung itu diberi nama sama seperti jenisnya, Bido. Bagi Anang, burung yang kebetulan sama seperti maskot tim PSS itu, adalah hewan yang gagah. Usai beraktivitas, Anang mengaku selalu menyempatkan diri berdekatan dengan Bido, yang didapatnya dari pasar di kampungnya itu.

"Seringnya kalau akhir pekan. Saya pasti mengeluarkan Bido, saya terbang-terbangkan di halaman rumah," paparnya.

Anang lebih memilih burung elang karena burung tersebut jika dilatih bisa menjadi alat berburu yang efektif. "Wah, kalau melatihnya sih belum sempat. Masih terlalu sibuk dengan sepak bola," terangnya seraya tertawa.

Ketika ditanya tentang Elang Jawa, Anang menyatakan bersedia memeliharanya jika mendapatkannya. "Elang Jawa kan dilindungi, jadi tidak diperdagangkan dengan bebas. Tapi kalau diberi kesempatan memeliharanya, saya pasti akan mau," tuturnya.(*)

Nanda Stop Kuliah Demi PSS

Nanda Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Pemain muda PSS Sleman Nanda Wahyu (20), kali pertama harus mengurus cuti kuliahnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (9/2/2011). Gelandang serang PSS yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY itu harus rehat kuliah demi konsentrasi di sepak bola.

Menurut mahasiswa angkatan 2008 itu, ternyata sangat susah menjalankan dua aktivitas, kuliah dan sepak bola. Untuk itu, pemain yang tinggal di Tridadi Sleman benar-benar meninggalkan kuliah. 

"Susah untuk kuliah dan sepak bola sekaligus. Jadwal kuliah dan sepak bola sering tabrakan," ujarnya di sela latihan ringan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (9/2/2011).

Mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi mandiri itu mantap berhenti kuliah sementara. Pada libur jeda paruh kompetisi, pemain bernomor punggung 7 itu menyempatkan diri mengambil formulir cuti di kampusnya. "Saya sudah urus semua syarat cuti. Tinggal minta tandatangan dekan saja, setelah itu ya sudah," paparnya seraya mengatakan ia hanya mengambil cuti satu semester saja.

Nanda yang telah lima semester kuliah, sebenarnya menyayangkan keputusan ini. Tapi apa boleh buat, ia tak bisa menjalankan dua aktivitas yang terbilang sama-sama berat dalam waktu bersamaan. Di kampusnya, kurikulum yang diterapkan terbilang sangat berat. 

Hampir seluruh jenis olah raga harus diambilnya. Tak hanya itu, Nanda juga harus mengambil kuliah praktik untuk semua jenis olah raga yang ditawarkan.

"Yang berat itu kalau harus kuliah praktik. Kalau kuliah basket juga harus basket beneran, ikut main. Begitu juga olah raga lain," paparnya.

Sebagai seorang pemain bola profesional, Nanda mengaku masih dapat mengimbangi sejumlah olah raga populer, yakni basket, voli, hingga atletik. Tapi ketika harus berhadapan dengan olah raga air, Nanda menyatakan menyerah. 

"Kalau sepak bola dan olah raga bola lain masih bisa, tapi kalau sudah renang, saya tidak bisa. Saya kemarin saja dapat nilai C di kuliah renang," terangnya seraya tersenyum.

Ditanya soal pendapat orangtuanya tentang pilihannya di sepak bola, Nanda bersyukur karena orangtuanya mendukung sepenuhnya apa yang dilakukannya. "Orangtua sih tidak masalah. Yang penting buat mereka, kuliah saya nanti tetap selesai. Jadi setelah cuti nanti, saya harus kuliah lagi," katanya.(*)

Tuesday, February 8, 2011

Dulsan Antara Keluarga dan Sleman

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Dulsan Lestaluhu sedang bermain dan bercanda dengan dua putri tercintanya , Kutaila Lestaluhu (3) dan Aira Lestaluhu (1) di teras rumahnya. Pemain berusia 27 tahun itu sesekali mengelus-elus kaki putri sulungnya yang lecet karena digaruk. Jelas sekali raut bahagia pada ayah dan dua anak itu.

Wing back kanan andalan PSS Sleman itu tengah bersantai di rumahnya yang terletak hanya sekitar satu kilometer sebelah selatan Stadion Maguwoharjo Sleman, saat ditemui Tribun Jogja, Senin (7/2/2011). Tepatnya, rumah kontrakan Nyong Ambon itu terletak di Dusun Jenengan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Pemain yang baru sekali membela PSS ini begitu menikmati masa libur jeda kompetisi yang diberikan pelatih M Basri. "Lumayan dapat libur sampai Rabu (9/2/2011). Jadi ada waktu lebih untuk anak dan istri saya di rumah," ujar pemain yang sebelumnya membela klub Perseman Manokwari Papua itu.

Biasanya, katanya, jika ada kesempatan bersama keluarganya, pengidola wing back kanan AC Milan Gianluca Zambrotta dan bek Arema Zulkifli Syukur itu menyempatkan diri mengajak anak dan istrinya berlibur. Rekreasi dan jalan-jalan adalah favorit Dulsan dan istrinya, Nirmala Patikawa (24). 

"Yang paling sering kalau libur, saya ajak anak dan istri jalan-jalan ke Amplaz (Ambarrukmo Plaza, red)," ujarnya.

Meski hingga tiga hari ke depan libur, pemain bola yang doyan mancing ini ternyata tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Baginya, walau libur bertanding dan latihan di tim, dirinya harus tetap menjaga kondisinya.
Dulsan tetap latihan di rumah. Latihan ringan biasa ia lakukan sore hari. 

Hal itu, menurutnya, karena posisinya sebagai wing back membutuhkan stamina dan power yang lebih, baik menyerang maupun bertahan. Dulsan memang diwajibkan untuk mampu menyerang dan bertahan. "Posisi saya harus siap menyerang dan bertahan kapanpun. Secara sederhana, saya harus bisa menjadi penyeimbang tim. Makanya saya harus menyerang 50 persen, dan bertahan 50 persen," jelasnya.

Meski belum genap tiga bulan membela PSS, pemain bernomor punggung 19 itu mengaku PSS adalah keluarga besar yang menyenangkan. Selama bermain di PSS, akunya, ia menikmati. Ia pun bangga memiliki homebase Stadion Maguwoharjo yang megah.

Ditanya perbedaan antara Ambon dan Papua, tempatnya dulu bermukim sebelum di Sleman, pemain yang sangat membanggakan pelatihnya M Basri itu menyatakan, secara umum Sleman adalah tempat yang nyaman dan menyenangkan. "Sini (Sleman) dingin dan aman. Kalau di Manokwari dan Ambon agak panas," jelasnya sambil tersenyum.

Faktor itu menjadi hal yang membuat Dulsan dan keluarganya yang telah dibina selama empat tahun itu betah tinggal di Sleman. Selain suasana kondusif, PSS juga bisa menjadi keluarga besar yang menyenangkan. Ia dikontrak manajemen PSS sampai satu musim ini. Dulsan pun bersedia memperpanjang kontraknya di PSS, jika masih dipercaya.(*)

Spirit Dua Bidadari Kecil Dulsan

 FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ss/ama/11
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua putri bek sayap kanan PSS Sleman Dulsan Lestaluhu, Kutaila dan Aira Lestaluhu selalu mendukung dan menyemangati ayahnya ketika sedang bertanding. Keduanya bahkan marah, jika sekali saja tidak diperbolehkan menyaksikan ayahnya bermain kulit bundar.

"Kalau tidak dibolehkan mereka pasti ngambek. Jadi setiap papanya main mereka harus nonton," ujar istri Dulsan, yang juga ibunda Kutaila dan Aira, Nirmala Pattikawa kepada Tribun Jogja, di rumahnya, Senin (7/2/2011).

Menurutnya, kedua anaknya tak lagi bisa dibohongi ketika ayahnya akan bertanding. Jadi, tambahnya, Kutaila dan Aira tahu jadwal latihan dan pertandingan ayahnya. Nirmala menuturkan, kedua putrinya memang sangat dekat dengan ayahnya. Bahkan, jika diperbolehkan, saat latihan pun mereka akan turut ayahnya berlatih.

Bagi Dulsan, istri dan kedua anaknya adalah penyemangat terbesar ketika dirinya berada di lapangan. Keluarganya menjadi penyuntik moral yang mampu menjadikannya pemain yang hebat saat berlaga di rumput hijau. 

Meski dua buah hatinya perempuan, bukan hambatan bagi Dulsan untuk menjadikan mereka sebagai pemain sepak bola kelak. "Mereka bisa juga menjadi pemain sepak bola wanita," katanya seraya tersenyum.

Nirmala mengaku, apa yang menjadi pilihan suaminya adalah yang terbaik bagi keluarganya. Tak heran ketika harus pindah ke Sleman, ia pun menghormati keputusan mantan pacarnya itu.(*)
Sonic Run: Internet Search Engine
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.NetYahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetMsn bot last visit powered by MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Feedage Grade B rated
Preview on Feedage: sport Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki