Dua bulan dibekap cedera, membuat Wahyu Nanda Dadari Nasution gatal. Dia rindu untuk turun lapangan lagi. Gelandang 20 tahun tersebut berharap bisa segera kembali menikmati atmosfer lapangan hijau bersama rekan- rekannya. “Saat ini masih sering nyeri. Mudah-mudahan setelah bulan puasa nanti, kondisi saya akan fit,” terang alumnus AMS Seyegan ini. Dia tak menyangka, cedera engkelnya yang tak kunjung sembuh. Padahal, biasanya cedera engkel hanya membutuhkan waktu penyembuhan kurang lebih dua sampai tiga hari.
Hasil pemeriksaan dokter, menyebutkan otot di sekitar engkelnya mengalami pembengkakan. Untuk itulah, pemain kelahiran Amuntai, 21 November 1984 tersebut saat ini secara rutin melakukan terapi air panas dan olahraga renang seminggu tiga kali. Nanda berharap masa libur kompetisi ini bisa mempercepat masa penyembuhannya.
Meski selama ini sering menjadi pelapis Anang Hadi, bukan berarti kontribusi Nanda minim bagi tim. Tak jarang, masuknya Nanda bisa merubah permainan. Seprti seniornya, Anang Hadi, Nanda merupakan pemain binaan PSS sejak junior. “Saya tidak masalah dicadangkan, saya sadar, pengalaman saya masih minim. Jika diberi kesempatan lebih, saya akan berikan yang terbaik untuk PSS,” janjinya. (c6)
radar jogja
