TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabar pemain PSS Sleman yang harus didepak dari keanggotaan Laskar Elang Jawa, terkuak. Asisten Pelatih PSS Iksan Mustahid menyatakan pada putaran depan, PSS tak akan lagi diperkuat empat pemain, Hendro Bawono, Wahyu Sardiyanto, Moh Abdul Kodir, dan Kukuh Andriyono.
"Setelah melalui evaluasi, tim pelatih dan manajer PSS akhirnya memutuskan keempat pemain tersebut dicoret dari tim PSS," ungkapnya usai memimpin latihan ringan bersama selumlah pemain lokal PSS Sleman, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (9/2/2011).
Menurut Iksan, keempat pemain ini dinilai tidak bisa memberikan andil bagi tim. Bahkan, mereka jarang sekali dimainkan pada laga PSS. "Mereka kalah kualitas dan memang jarang sekali dimainkan," terangnya.
Yang membuat heran Iksan, ketika dimainkan pun, Hendro, Sardi, dan Khodir, yang semuanya pemain belakang, serta Kukuh yang merupakan pemain tengah, tidak mampu memberikan permainan terbaiknya. "Seharusnya kalau menjadi cadangan harus senang kalau dimainkan. Setiap dimainkan harus bermain bagus. Tapi mereka tidak. Bahkan, ada yang tidak suka dimainkan," paparnya.
Khusus Kukuh, Iksan sebenarnya menyayangkan pencoretannya. Menurutnya, Kukuh adalah pemain yang bagus. "Kukuh itu pemain yang memunyai teknik bagus, di atas rata-rata. Tapi yang mengherankan, kalau bertanding, ia tidak bisa menunjukan permainan terbaiknya. Seharusnya, ia bisa jadi jenderal lapangan tengah," ujarnya dengan nada kecewa.
Seharusnya, tambah Iksan, pemain cadangan sebuah tim benar-benar mampu melapisi pemain utamanya. Dengan kata lain, harus mampu mengimbangi pemain utamanya. Dikeluarkannya empat pemain tersebut, pasukan PSS otomatis harus mencari penggantinya. Tapi, Iksan mengatakan, pihaknya belum memunyai gambaran tentang pengganti mereka.
Iksan hanya berharap, Laskar Elang Jawa bisa mendapatkan pemain berkualitas. Jika memang sebagai pemain cadangan, tambahnya, pemain itu masih satu level pemain utama. (*)
