SLEMAN: Impian PSS Sleman untuk masuk lima besar dalam klasemen sementara di depan mata.
Namun langkah untuk mengkudeta posisi Persekam Metro FC yang kini bertengger di posisi lima itu akan cukup sulit. Tentunya, jika laga berat menjamu PSIR Rembang, penggawa Super Elang Jawa (Elja), tidak meraih kemenangan dengan skor besar sore ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Namun langkah untuk mengkudeta posisi Persekam Metro FC yang kini bertengger di posisi lima itu akan cukup sulit. Tentunya, jika laga berat menjamu PSIR Rembang, penggawa Super Elang Jawa (Elja), tidak meraih kemenangan dengan skor besar sore ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
PSS kini bertengger di posisi kesembilan dengan 21 poin, atau berada satu tingkat di atas PSIR Rembang yang hanya terpaut kalah selisih tiga gol dari PSS. PSS sendiri hanya mampu mencatatkan rekor 16 gol memasukkan, 24 gol kebobolan.
Jika Agus Grandong Purwoko dkk mampu meraih kemenangan lebih dari tiga gol, dipastikan PSS akan langsung naik empat peringkat dan menggeser posisi Persekam Metro FC yang memiliki poin 24, 18 gol memasukkan dan 24 gol kemasukan.
Di sisi lain, misi menembus lima besar di laga sore ini dikatakan berat, karena rekor yang selama ini dipegang PSS jauh dari harapan. PSS belum pernah menang dengan skor lebih dari 3-0.
Apalagi kini PSS bakal kehilangan striker andalannya, Eka Santika yang berhasil menyumbang satu gol di debut pertama di hadapan publik Sleman.
Pelatih PSS M Basri pun harus berpikir lebih agar rekor menang dengan skor besar di kandang bisa terealisasi. Basri paham betul pasukannya harus keluar menyerang jika ingin meraih poin penuh di kandang dan memperbaiki peringkat.
Kesempatan memperbaiki peringkat juga akan terbuka lebar jika PSS mampu mencetak lebih banyak gol sore ini.
“Kami sekarang ada satu peringkat di atas Rembang. Apalagi kami bakal bermain di hadapan publik dan mendapatkan banyak dukungan, mau tidak mau, kami harus meraih poin penuh,” ujar Basri.
Basri mengaku tidak akan berspekulasi untuk menerapkan pola yang berbeda saat berhadapan dengan penggawa Laskar Dampo Awang, julukan PSIR.
Pola pakem, 3-5-2 bakal tetap dimaksimalkan dalam laga sore ini. Tak hanya sampai di situ, eks pelatih Persela Lamongan itu juga mengaku bakal memasang pemain yang pas dan siap tempur dalam laga tersebut.
”Saya tidak akan pasang pemain yang tidak siap. Dan saya yakin, dengan kesadaran dan kesiapan mereka di posisi yang dimiliki, hasil kemenangan bukan hal yang sulit direalisasikan,” jelasnya.
Eks pemain HBS Surabaya itu kemungkinan akan menerapkan pola 3-5-2 yang cukup efektif saat menjalani kompetisi kasta kedua di tanah air ini. Pola dengan mengandalkan serangan dari sayap, ini lebih aman dan cenderung lebih menyerang.
Meski tak diperkuat beberapa pilar, Basri yakin bisa memberikan hal terbaik bagi PSS. Dia akan memaksimalkan potensi yang ada.
PSS sendiri bertekad untuk membalas kekalahan 2-0 yang terjadi di putaran pertama, di Stadion Krida, Rembang. Dengan motivasi dan dukungan di kandang, Basri yakin anak asuhnya akan mampu meraih hasil maksimal di kandang.
“Sepak bola itu permainan kolektif dan tak tergantung pada individu. Saya sebagai pelatih harus optimistis bisa memberikan yang terbaik bagi tim,” pungkas Basri.(Harian Jogja/Jumali)
Jika Agus Grandong Purwoko dkk mampu meraih kemenangan lebih dari tiga gol, dipastikan PSS akan langsung naik empat peringkat dan menggeser posisi Persekam Metro FC yang memiliki poin 24, 18 gol memasukkan dan 24 gol kemasukan.
Di sisi lain, misi menembus lima besar di laga sore ini dikatakan berat, karena rekor yang selama ini dipegang PSS jauh dari harapan. PSS belum pernah menang dengan skor lebih dari 3-0.
Apalagi kini PSS bakal kehilangan striker andalannya, Eka Santika yang berhasil menyumbang satu gol di debut pertama di hadapan publik Sleman.
Pelatih PSS M Basri pun harus berpikir lebih agar rekor menang dengan skor besar di kandang bisa terealisasi. Basri paham betul pasukannya harus keluar menyerang jika ingin meraih poin penuh di kandang dan memperbaiki peringkat.
Kesempatan memperbaiki peringkat juga akan terbuka lebar jika PSS mampu mencetak lebih banyak gol sore ini.
“Kami sekarang ada satu peringkat di atas Rembang. Apalagi kami bakal bermain di hadapan publik dan mendapatkan banyak dukungan, mau tidak mau, kami harus meraih poin penuh,” ujar Basri.
Basri mengaku tidak akan berspekulasi untuk menerapkan pola yang berbeda saat berhadapan dengan penggawa Laskar Dampo Awang, julukan PSIR.
Pola pakem, 3-5-2 bakal tetap dimaksimalkan dalam laga sore ini. Tak hanya sampai di situ, eks pelatih Persela Lamongan itu juga mengaku bakal memasang pemain yang pas dan siap tempur dalam laga tersebut.
”Saya tidak akan pasang pemain yang tidak siap. Dan saya yakin, dengan kesadaran dan kesiapan mereka di posisi yang dimiliki, hasil kemenangan bukan hal yang sulit direalisasikan,” jelasnya.
Eks pemain HBS Surabaya itu kemungkinan akan menerapkan pola 3-5-2 yang cukup efektif saat menjalani kompetisi kasta kedua di tanah air ini. Pola dengan mengandalkan serangan dari sayap, ini lebih aman dan cenderung lebih menyerang.
Meski tak diperkuat beberapa pilar, Basri yakin bisa memberikan hal terbaik bagi PSS. Dia akan memaksimalkan potensi yang ada.
PSS sendiri bertekad untuk membalas kekalahan 2-0 yang terjadi di putaran pertama, di Stadion Krida, Rembang. Dengan motivasi dan dukungan di kandang, Basri yakin anak asuhnya akan mampu meraih hasil maksimal di kandang.
“Sepak bola itu permainan kolektif dan tak tergantung pada individu. Saya sebagai pelatih harus optimistis bisa memberikan yang terbaik bagi tim,” pungkas Basri.(Harian Jogja/Jumali)