PSS Sleman memutar otak untuk mendapatkan sponsor guna membiayai tim musim kompetisi mendatang. Ini harus dilakukan manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa itu pasckeluarnya Permendagri mengenai pelarangan penggunaan dana APBD untuk membiayai olahraga profesional. Besok, manajemen PSS Sleman bakal menggelar pertemuan guna membahas masalah ini. Pertemuan ini menurut General Manager PSS Sleman Djoko Handoyo akan melibatkan seluruh jajaran anggota manajemen.”Ya, besok kami akan menggelar rapat melibatkan semua manajamen,” ujar Djoko Handoyo kemarin.
Pertemuan tersebut berkali kali tertunda akibat nasih menunggu keputusan dari Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang sempat tertunda beberapa waktu yang lalu. Setelah terpilihnya pasangan Djohar Arifin Husin- Farid Rahman sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI, Djohan menyatakan sudah saatnya PSS melakukan persiapan meski belum ada kebijakan maupun format kompetisi baru dari PSSI.
Selain membahas masalah-masalah tersebut pertemuan juga bakal membahas wacana peleburan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI) menjadi satu wadah kompetisi profesional. “Kami jelas menolaknya,’ tegas pra yang akrab disapa Djohan ini.
Penolakan tersebut, lanjut Djohan didasarkan masalah ketidakadilan. Pasalnya, keberadaan kompetisi berjenjang mulai dari LSI sampai divisi 2 yang ada saat ini sudah cukup baik. "Tinggal SDM penyelenggaranya saja yang diperbaiki. Masak klub baru ujug- ujug masuk LSI, pasti bakal menimbulkan kecemburuan. Terutama dari klub divisi utama," ujarnya. Dalam pertemuan tersebut PSS bakal menentukan sikapnya terhadap wacana tersebut. Dan sikap itu akan disampaikan secara resmi ke PSSI. (radar jogja)
