SLEMAN - Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang telah memutuskan Pasangan Djohar Arifin Hussein-Farid Hasan sebagai Ketua Umum-Wakil Ketua Umum PSSI 2011- 2015, tak membuat manajemen PSS langsung bergegas. Bahkan kontrak pemain yang akan habis pada bulan ini, belum ada tanda-tanda untuk disikapi.
General Manajer PSS Djoko Handoyo menegaskan, pihaknya belum bisa menentukan langkah untuk menghadapi musim depan tim. PSS masih menunggu kebijakan Pengusrus PSSI baru terutama soal pendanaan klub.
“Kami belum bisa lakukan apa-apa sebelum ada kebijakan baru terkait format kompetisi dan masalah pendanaan dari Pengurus PSSI yang baru,” katanya.
Di bagian lain, PSS dihadapkan masalah kontrak pemain yang habis pada bulan ini. Irosnisnya manajemen PSS juga belum memiliki bayangan untuk memperpanjang masa kontrak pemain. Pada hal, Pelatih M Basri sudah mengajukan perpanjangan kontrak terhadap 12 pemain lama.
Gantungnya masalah kontrak pemaian ini, membuat sejumlah klub mulai mendekati beberapa punggawa PSS. Sebut saja klub tetangga, Persiba Bantul sedang melakukan pendekatan ke sejumlah pilar PSS, seperti Agus ‘Gerandong’ Purwoko, Fahruddin, dan Awank.
Sebelumnya, Manajer Keuangan PSS Samsidi sempat melontarkan pernyataan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dana talangan yang berasal dari iuran pengurus untuk memperpanjang kontrak 12 pemain lama tersebut. Namun, peryataan Samsidi tersebut dibantah oleh GM Djoko Handoyo dan Manajer Tim Rumadi.
Seperti kebanyakan klub di Indonesia, PSS masih mengandalkan APBD sebagai sumber dana utama operasional klub. Memang dalam dua musim berturut-turut, PSS berhasil mengarungi kompetisi tanpa suntikan APBD, namun pada musim 2010-2011, PSS kembali membiayai operasionalnya dengan menggunakan dana yang dianggarakan oleh Pemkab.
