Manajemen pss harus bertanggungjawab atas kegagalan tim dalam kompetisi divisi utama pssi, yang dua kali berturut-turut hanya berjuang lolos dari degradasi. “ini menunjukkan kegagalan dan sudah saatnya mereka menyerahkan pada ahlinya,” ujar kabid sdm pengcab pssi sleman, h sukidi cakrasuwignyo (mbah kidi). Ia pun mengaku sedih dengan kondisi tersebut.
Dipaparkan, pss dirintis oleh para pejuang sleman yang saat itu tak punya pamrih kecuali membawa sepakbola sleman lebih maju. Mereka senang saat tahun 2000 berhasil naik ke divisi utama. Tetapi menurun lagi dan berada di papan bawah, kecuali saat dipegang yudi suryata, pss bisa masuk 4 besar.
Mbah kidi mengakui, tidak semua pengurus pss orang yang tak mengerti bola. “sebagai bentuk pertanggungjawaban, mustinya jajaran manajemen saat ini diganti,” ujarnya. “seorang pejabat memang diperlukan, namun ia harus didampingi oleh orang-orang yang tahu sepakbola,” ungkap mbah kidi lebih lanjut.
sumber: kr
