Wednesday, July 20, 2011

Desak Ganti Manajemen

SLEMAN - Prestasi buruk yang ditorehkan PSS Sleman dua musim terakhir mengudang keprihatinan. Apalagi, setelah kompetisi musim lalu berakhir belum ada langkah konkret dari manajemen Super Elang Jawa dalam membangun tim.

Desakan pun mulai mengemuka. Pergantian manajemen dinilai mutlak segera dilakukan jika PSS ingin mengejar prestasi moncer musim depan.


Sesepuh sepak bola Sleman yang juga mantan Manajer PSS, Sukidi Kartosuwignyo, mengatakan kompetisi Divisi Utama yang bakal diikuti PSS musim depan merupakan kompetisi profesional. Namun, sejauh ini pengelolaan tim oleh manajemen belum dilakukan secara profesional.

Pengelolaan tersebut menyebabkan tim pujaan Slemania tidak bisa berbuat banyak di kancah sepak bola nasional. ”Bagi saya, Divisi Utama dan Super Liga itu sudah masuk kategori profesional. Karena itu, pengelolaan tim juga seharusnya dilakukan secara profesional. Tapi, tidak dengan PSS. Manajemen belum bertindak secara profesional,” ujarnya.

Sukidi mencontohkan, untuk membangun sebuat tim profesional yang kompetitif dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebab, ketersediaan dana memungkinkan tim pelatih merekrut pemain yang memiliki kualifikasi memadai. Dengan begitu, terbangun tim yang kuat dengan materi pemain yang bagus.

Untuk mewujudkannya, manajemen harus diisi orang-orang yang memiliki kemampuan mencari sumber dana alternatif untuk menghidupi tim. Manajemen tidak bias hanya menghabiskan dana yang bersumber dari uang rakyat.

Padahal, mulai tahun depan tim profesional sudah dilarang bersandar pada APBD. ”Sekarang, kalau tidak ada duit mau beli pemain pakai apa? Kalau cuma pemain sembarangan memang banyak dan harganya murah. Tapi kalau mau yang bagus kan duitnya juga harus banyak. Nah untuk cari duit kan harus ada orang yang bisa berinovasi bukan cuma bisa menghabiskan duwit saja,” tegasnya.

Dia menjelaskan, evaluasi yang dilakukan di setiap akhir kompetisi seharusnya tidak hanya dilakukan terhadap tim. Evaluasi mestinya juga diterapkan terhadap perangkat tim dan manajemen.

Karena itu, jika tim gagal maka kegagalan itu tidak semata dibebankan kepada tim yang turun di lapangan. ”Semuanya saling terkait. Kalau timnya gagal, artinya manajemen juga gagal. Sebab, yang membentuk tim adalah manajemen. Kalau yang dievaluasi timnya saja, sedangkan manajemennya tidak, ya tetap sulit berkembang nantinya,” jelasnya.

Sukidi menyesalkan langkah manajemen yang tak segera membentuk tim. Baginya, mengulur waktu hanya akan merugikan tim. Apalagi, tidak ada lagi yang harus ditunggu untuk menghadapi kompetisi mendatang.
“Yang jelas, tim jumlahnya sebelas pemain. Dan, lawannya untuk musim besok juga jelas. Review musim lalu jadi tolok ukur untuk persiapan musim depan,” katanya.

PSS diharapkan segera bergarak. ”Kalau menunggu regulasi terlalu lama. Toh juga regulasi tidak akan berubah terlalu banyak. Yang terpenting sekarang adalah segera bentuk tim, susun target yang jelas dan tindak lanjuti dengan pemain yang jadi. Jangan semuanya pemain baru, karena mereka masih butuh jam terbang lebih banyak,” papar Sukidi. (radar jogja)
Sonic Run: Internet Search Engine
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.NetYahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetMsn bot last visit powered by MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Feedage Grade B rated
Preview on Feedage: sport Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki