PROBOLINGGO: PSS kini tinggal berharap pada ketajaman yang dimiliki Tri Handoko, striker muda saat bentrok melawan Persipro Probolinggo di Stadion Bayu Angga, Kamis (14/4). Rencananya M Basri bakal memasang pemain asal Solo itu di depan, sebagai striker tunggal.
“Kami memang berharap banyak padanya. Sejauh ini dia memang menunjukkan perkembangan yang pesat terutama di putaran kedua. Sedangkan striker lainnya, masih belum begitu maksimal,” kata asisten pelatih PSS, Iksan Mustahid, Selasa (12/4).
“Kami memang berharap banyak padanya. Sejauh ini dia memang menunjukkan perkembangan yang pesat terutama di putaran kedua. Sedangkan striker lainnya, masih belum begitu maksimal,” kata asisten pelatih PSS, Iksan Mustahid, Selasa (12/4).
Meski bakal dipasang sebagai striker tunggal, Iksan menandaskan, tetap akan menempatkan satu penyerang lagi. Pilihan itu pun bakal dijatuhkan antara Ferry Anto dan Eka Santika, yang bakal ditempatkan sebagai second striker. Sedangkan di lini tengah penumpukan pemain bakal dimaksimalkan, untuk meredam serangan yang bakal dilakukan Supaham dkk.
“Kami tidak ingin tuan rumah memiliki kesempatan melakukan serangan ke daerah kami. Kami harus jaga ketat dan mematikan lini tengah mereka,” sambung Iksan.
Untuk lebih memaksimalkan pertahanan yang ada, tiga stopper pun bakal dimaksimalkan. Karena ingin tetap tampil maksimal dan full team di laga kandang saat menjamu Barito Putra, masih kata Iksan, tidak ada pilihan lain, selain melakukan rotasi pemain di pertengahan babak. “Kami tidak ingin anak-anak berbuat kesalahan dan berakibat pada larangan bermain saat berhadapan dengan Barito Putra. Kami harus ekstra hati-hati,” ungkap Iksan.
Kekhawatiran Iksan sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya saat ini terdapat lima pemain pilar PSS yang sudah megantongi satu kuning. Jika dalam laga melawan Persipro terdapat dua hingga tiga pemain terkena kartu dipastikan kekuatan skuat Super Elang Jawa bakal pincang saat berhadapan dengan PS Mojokerto Putra.
Begitu juga jika kelima penggawa yang telah mengantongi satu kartu kuning, mendapatkan kartu, keinginan PSS untuk tampil full team di penutup laga reguler kompetisi kasta kedua di Tanah Air itu juga bakal kandas.
“Inilah yang sedang kami pikirkan. Padahal Persipro selama ini dikenal dengan permainan keras ala Jawa Timur,” pungkas Iksan.(Harian Jogja/Jumali)
