SLEMAN: PSS Sleman perlu mengadopsi sistem pendanaan ala Liga Primer Indonesia (LPI). Strategi ini diperlukan jika tim Elang Jawa tetap sehat dan tidak bangkrut menyusul larangan penggunaan APBD untuk klub liga PSSI.
Menurut Ketua DPRD Sleman Koeswanto, sudah saatnya tim kebanggaan warga Sleman itu membenahi diri menjadi klub yang profesional. Solusinya, kata dia, pengurus dan manajemen PSS harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
Menurut Ketua DPRD Sleman Koeswanto, sudah saatnya tim kebanggaan warga Sleman itu membenahi diri menjadi klub yang profesional. Solusinya, kata dia, pengurus dan manajemen PSS harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
"Saya yakin bisa. Kami pernah studi banding ke Persib Bandung. Ternyata mereka sanggup lepas dari APBD. Mereka mengandalkan pendanaan profesional salah satunya dari dunia usaha," ujar dia.
Ia melihat potensi kalangan usaha di Sleman positif terhadap dunia olahraga. Apalagi olahraga prestasi yang mengharumkan nama Sleman. "Terkait larangan pemerintah kami masih akan kaji. Kalau nanti tidak boleh ya kami tidak berangi menganggarkan," tandasnya. (Harian Jogja/Sumadiyono)
Ia melihat potensi kalangan usaha di Sleman positif terhadap dunia olahraga. Apalagi olahraga prestasi yang mengharumkan nama Sleman. "Terkait larangan pemerintah kami masih akan kaji. Kalau nanti tidak boleh ya kami tidak berangi menganggarkan," tandasnya. (Harian Jogja/Sumadiyono)
