SLEMAN: Pelatih PSS Sleman M Basri kembali tidak menyertakan Lubis Syukur dalam lawatan ke Jawa Timur. Ini berarti, untuk kali kedua, mantan striker PSIR Rembang itu ditinggal dalam lawatan ke Jawa Timur.
Di lawatan pertama ke Jawa Timur, yakni melawan Persekam Metro FC dan PSBI Blitar yang dijalani PSS beberapa waktu lalu, Lubis tidak dibawa. Kali ini di dua laga yakni melawan PS Probolinggo dan PS Mojokerto Putra (PSMP), Lubis kembali ditinggal di Mess PSS.
Di lawatan pertama ke Jawa Timur, yakni melawan Persekam Metro FC dan PSBI Blitar yang dijalani PSS beberapa waktu lalu, Lubis tidak dibawa. Kali ini di dua laga yakni melawan PS Probolinggo dan PS Mojokerto Putra (PSMP), Lubis kembali ditinggal di Mess PSS.
Asisten Pelatih PSS, Iksan Mustahid yang dikonfirmasi mengelak adanya permasalahan antara Lubis dan Pelatih PSS Sleman. Dirinya menandaskan, ditinggalnya Lubis dipengaruhi sejumlah pertimbangan. Selain keterbatasan kuota yang diberikan manajemen yakni hanya 18 pemain. Lubis sendiri rencananya bakal disusulkan saat PSS dijamu PSMP.
“Dia nanti akan disusulkan. Memang grafik dia mengalami penurunan. Tapi nanti saat lawan MP dia akan disusulkan. Dia akan menggantikan Ade, yang harus pulang karena harus mengikuti ujian,” tandas Iksan, di sela-sela latihan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (11/4) sore.
Diakui Iksan, melawan Persipro Probolinggo di Stadion Bayu Angga, Kamis (14/4) bukan perkara yang mudah. Kendati secara peringkat tim asuhan Abdul Muntholib itu berada di bawah PSS namun Iksan melihat tim itu merupakan tim yang solid.
Laskar Minak Jinggo itu diisi pemain veteran yang berpengalaman, selain itu PSS juga harus mewaspadai permainan keras yang bakal diperagakan Supaham dkk.
“Mereka habis menang 3-0 di kandang saat melawan Barito Putra, tentu mereka akan tampil habis-habisan. Kami tidak ingin mental anak terganggu nantinya, dan ini kami sadari betul dengan jauh jauh hari mengingatkan kepada mereka untuk siap bermain keras saat berhadapan dengan Persipro,” tegas Iksan.
Terpisah, Lubis Syukur yang dikonfirmasi mengaku tidak memermasalahkan terkait dengan tidak diikutsertakannya dirinya ke Probolinggo. Lubis sendiri mengaku telah mendapatkan penjelasan mengenai absennya dirinya saat menghadapi Supaham dkk.
“Saya sudah dapat penjelasan. Pertimbangan yang membuat saya tidak ke Probolinggo adalah kejadian saat menjamu Probolinggo. Dan saya enggak masalah dengan keputusan itu,” katanya.
Di putaran pertama, pertandingan PSS menjamu Persipro yang digelar di Stadion Tridadi, Jumat (26/11) tepatnya di babak kedua, sempat terjadi bentrok antar pemain. Bahkan pemain PSS, Lubis Syukur sempat dikeroyok oleh Putu Gede, Ahmad Junaidi dan Supaham.
Sehingga wasit yang memimpin pertandingan saat itu harus memberikan dua kartu merah masing-masing untuk Lubis Syukur (PSS) dan Supaham (Persipro), yang sempat memukul wajah Lubis. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, PSS tetap unggul 1-0.
Kendati, tidak dimainkan lawan Probolinggo, Lubis mengaku dirinya telah mendapatkan penjelasan jika akan disusulkan saat melawan PS MP. “Ya katanya saya akan disusulkan lawan Mojokerto. Ya, kita lihat saja nanti,” pungkas Lubis.
Sementara manajer tim PSS, Rumadi di tempat yang sama juga mengingatkan, Deny Tarkas dkk harus siap dengan segala kemungkinan yang ada. Selain mewaspadai permainan keras tuan rumah, PSS juga harus mewaspadai faktor nonteknis yang mungkin akan diperlihatkan. “Kami tidak ingin nanti ada masalah. Anak-anak harus sekali sentuh saja. Kalau perlu dapat bola langsung buang,” ucap Rumadi.
Untuk merealisasikan poin di laga kali ini, Iksan mengaku PSS bakal melakukan rotasi pemain. Tiga stopper dipastikan bakal dipasang. Tak hanya itu penumpukan pemain juga bakal dilakukan di lini tengah. “Kami memang akan lebih banyak bertahan. Serangan mungkin akan lebih banyak melalui serangan balik,” pungkas Iksan.(Harian Jogja/Jumali)
“Dia nanti akan disusulkan. Memang grafik dia mengalami penurunan. Tapi nanti saat lawan MP dia akan disusulkan. Dia akan menggantikan Ade, yang harus pulang karena harus mengikuti ujian,” tandas Iksan, di sela-sela latihan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (11/4) sore.
Diakui Iksan, melawan Persipro Probolinggo di Stadion Bayu Angga, Kamis (14/4) bukan perkara yang mudah. Kendati secara peringkat tim asuhan Abdul Muntholib itu berada di bawah PSS namun Iksan melihat tim itu merupakan tim yang solid.
Laskar Minak Jinggo itu diisi pemain veteran yang berpengalaman, selain itu PSS juga harus mewaspadai permainan keras yang bakal diperagakan Supaham dkk.
“Mereka habis menang 3-0 di kandang saat melawan Barito Putra, tentu mereka akan tampil habis-habisan. Kami tidak ingin mental anak terganggu nantinya, dan ini kami sadari betul dengan jauh jauh hari mengingatkan kepada mereka untuk siap bermain keras saat berhadapan dengan Persipro,” tegas Iksan.
Terpisah, Lubis Syukur yang dikonfirmasi mengaku tidak memermasalahkan terkait dengan tidak diikutsertakannya dirinya ke Probolinggo. Lubis sendiri mengaku telah mendapatkan penjelasan mengenai absennya dirinya saat menghadapi Supaham dkk.
“Saya sudah dapat penjelasan. Pertimbangan yang membuat saya tidak ke Probolinggo adalah kejadian saat menjamu Probolinggo. Dan saya enggak masalah dengan keputusan itu,” katanya.
Di putaran pertama, pertandingan PSS menjamu Persipro yang digelar di Stadion Tridadi, Jumat (26/11) tepatnya di babak kedua, sempat terjadi bentrok antar pemain. Bahkan pemain PSS, Lubis Syukur sempat dikeroyok oleh Putu Gede, Ahmad Junaidi dan Supaham.
Sehingga wasit yang memimpin pertandingan saat itu harus memberikan dua kartu merah masing-masing untuk Lubis Syukur (PSS) dan Supaham (Persipro), yang sempat memukul wajah Lubis. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, PSS tetap unggul 1-0.
Kendati, tidak dimainkan lawan Probolinggo, Lubis mengaku dirinya telah mendapatkan penjelasan jika akan disusulkan saat melawan PS MP. “Ya katanya saya akan disusulkan lawan Mojokerto. Ya, kita lihat saja nanti,” pungkas Lubis.
Sementara manajer tim PSS, Rumadi di tempat yang sama juga mengingatkan, Deny Tarkas dkk harus siap dengan segala kemungkinan yang ada. Selain mewaspadai permainan keras tuan rumah, PSS juga harus mewaspadai faktor nonteknis yang mungkin akan diperlihatkan. “Kami tidak ingin nanti ada masalah. Anak-anak harus sekali sentuh saja. Kalau perlu dapat bola langsung buang,” ucap Rumadi.
Untuk merealisasikan poin di laga kali ini, Iksan mengaku PSS bakal melakukan rotasi pemain. Tiga stopper dipastikan bakal dipasang. Tak hanya itu penumpukan pemain juga bakal dilakukan di lini tengah. “Kami memang akan lebih banyak bertahan. Serangan mungkin akan lebih banyak melalui serangan balik,” pungkas Iksan.(Harian Jogja/Jumali)