TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Muhammad Basri, mengakui mental pemain PSS masih menjadi penghalang meraih poin demi poin di kandang lawan. Karena itu, Basri selalu memberikan dorongan kepada anak asuhnya agar selalu tampil percaya diri.
"Saya selalu kasih motivasi kepada pemain. Apa bedanya mereka dengan Ronaldo dan Bambang Pamungkas? Sama-sama makan nasi, sama-sama menendang pakai kaki. Tapi, kalian tak memiliki motivasi agar bisa seperti mereka," ujarnya kepada Tribun Jogja, di Stadion Maguwoharjo, Minggu (10/4/2011).
"Saya selalu kasih motivasi kepada pemain. Apa bedanya mereka dengan Ronaldo dan Bambang Pamungkas? Sama-sama makan nasi, sama-sama menendang pakai kaki. Tapi, kalian tak memiliki motivasi agar bisa seperti mereka," ujarnya kepada Tribun Jogja, di Stadion Maguwoharjo, Minggu (10/4/2011).
Basri pun meminta Deni Tarkas dkk tampil segala kemampuan terbaik. Ia menilai, banyak pemain tak mampu bermain dalam performa puncak. "Rata-rata pemain masih beranggapan kemampuannya hanya sebatas yang mereka tunjukkan. Padahal, seharusnya kemampuan itu bisa selalu digali dan dikembangkan kalau pemain memang mau," terangnya.
Basri menambahkan, dari evaluasi jelang akhir kompetisi, manajemen memang masih menilai mental bertanding away masih rendah dan labil. Terbukti, hasil buruk selalu didapat saat tandang. Meski sebenarnya tim tampil bagus, hasil akhir selalu negatif.
Manajer PSS, Rumadi, menyatakan banyak faktor yang memengaruhi pemain minder saat bermain di kandang lawan. Menurutnya, faktor nonteknis menjadi momok bagi pemain saat melakoni away.
"Masalahnya sebenarnya bukan masalah teknis. Khususnya masalah wasit. Semua sudah tahu itu. Bahkan, terkadang ada pesanan tertentu sebelum pertandingan dimulai," ungkapnya.(*)
