SLEMAN: Jelang keberangkatan ke Probolinggo, Selasa (12/4), skuat PSS Sleman masih dipusingkan dengan keberadaan pemain pelapis yang bakal dibawa. Pasalnya hingga kini kapasitas dan kualitas dari pemain pengganti Agus Setiawan (Awang) masih meragukan.
“Ada tiga pemain, yang sebenarnya bisa menggantikan posisi Awang, yakni Abdullah Rifai, Furqon atau Fernando. Namun ketiganya belum bisa kami pastikan siapa yang siap. Secara kualitas memang ketiganya berada jauh di bawah Awang,” kata asisten pelatih PSS, Iksan Mustahid, kepada Harian Jogja, Minggu (10/4).
“Ada tiga pemain, yang sebenarnya bisa menggantikan posisi Awang, yakni Abdullah Rifai, Furqon atau Fernando. Namun ketiganya belum bisa kami pastikan siapa yang siap. Secara kualitas memang ketiganya berada jauh di bawah Awang,” kata asisten pelatih PSS, Iksan Mustahid, kepada Harian Jogja, Minggu (10/4).
Dengan adanya persoalan itu, Iksan mengaku hingga kini pihaknya belum bisa memastikan berapa pemain yang akan diberangkatkan ke Probolinggo untuk melawan Persipro. Dari manajemen PSS, kuota yang diberikan sebanyak 18 pemain dalam dua lawatan ke Jawa Timur. Namun, melihat kebutuhan jumlah tersebut bisa bertambah.
“Kami baru akan tetapkan besok sore [sore ini]. Kami belum bisa pastikan apakah akan maksimalkan 18 pemain atau tidak. Hal ini mengacu pada rencana kami untuk langsung bertolak ke Mojokerto usai lawan Persipro Probolinggo,” kata Iksan.
Disinggung mengenai kekuatan Laskar Minakjinggo, julukan Persipro, sejauh ini Iksan mengaku telah mengetahui sejumlah kelemahan yang dimiliki Supaham dkk.
Namun, Iksan masih enggan membeberkan strategi yang bakal digunakan. Persipro selain memiliki tipikal permainan keras, skuat asuhan Abdul Muntholib itu juga diisi sejumlah pemain veteran.
“Di sana ada Supaham dan I Putu Gede. Kami juga sempat bertemu di putaran pertama. Kami siap dengan permainan keras yang bakal diperlihatkan mereka. Apalagi kami kemarin sudah memaksimalkan tim dalam laga uji coba melawan Maju Lancar yang juga memiliki tipikal permainan keras,” sambung Iksan.
Kendati siap dengan segala risiko, Iksan mengaku telah mewanti-wanti kepada Deny Tarkas dkk untuk hati-hati dan menghindari sejumlah perbuatan yang berujung pada kerugian tim.
Bermain di Stadion Bayu Angga, diakui Iksan, selain bakal berhadapan dengan permainan keras, provokasi suporter tuan rumah dipastikan juga akan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam realisasi poin bagi PSS.
“Kami sudah pikirkan hal itu. Kami minta anak-anak jangan sampai terpancing emosi. Anak-anak harus bisa menjaga diri, karena kami ingin agar di laga kandang terakhir menjamu Barito Putra kami full team dan menang,” pungkas Iksan.(Harian Jogja/Jumali)
