Dibandingkan dengan tim-tim lain di DIJ, PSS Sleman dianggap lebih marketable. Meski pada kompetisi musim lalu prestasi Anang Hadi dkk paling jeblok dibandingkan dengan sesama tim DIJ lain, hal tersebut tidak mengurangi nilai jual PSS pada tahun tahun mendatang.
“Saya yakin, PSS Sleman lebih menjual,” kata mantan Manajer PSS Sleman Hendricus “Mbah Mul” Mulyono kemarin. Posisi PSS Sleman di klasemen akhir Liga Ti Phone 2010/2011 grup III yang hanya menempati posisi 10 klasemen akhir, bahkan hampir degradasi tentu jauh bila dibandingkan dengan PSIM yang berhasil menempati peringkat ke 5. Bahkan, dibandingkan dengan Persiba Bantul berhasil menjuarai Divisi Utama.
Namun, menurut Mbah Mul, hal tersebut belum cukup untuk menggeser PSS Sleman bila dikaitkan dengan isu merger. “Selain mempunyai jumlah suporter yang besar, dari segi fasilitas seperti stadion, PSS Sleman yang paling siap,” ujar Mbah Mul saat dihubungi kemarin.
Mbah Mul yang naik menggantikan Subardi sebagai Manajer tim pada akhir 2003 tersebut mengatakan sebaiknya manajemen PSS saat ini segera melakukan pembicaraan ihwal marger tersebut. “Sebaiknya segera bertindak cepat, waktu tinggal sedikit. Kalau sampai belum bisa memenuhi persyaratan tersebut hingga 22 Agustus, ya, resikonya PSS Sleman bakal kembali menjadi tim amatir,” imbuhnya.
Merger dengan klub LPI sejauh ini dinilai sebagai salah satu solusi terbaik karena keterbatasan waktu yang disediakan PSSI sebelum verifikasi dilakukan. Klub- klub LPI sejauh ini dinilai lebih mandiri di bidang keuangan karena tidak menetek dana APBD seperti kebanyakan klub Ligina untuk membiayai operasionalnya.
PSSI sendiri mengajukan beberapa syarat kepada calon peserta kompetisi musim depan. Diantara beberapa poin yang disyaratkan, masalah dana dinilai yang poaling berat. Untuk kategori Liga Pro 1, PSSI mensyaratkan kepada setiap klub untuk menyetor dana deposit sebesar Rp 5 miliar dan memiliki dana kas sebesar Rp 15 miliar sebagai dana opersional selama tiga musim. Sementara untuk kategori Liga Pro 2, setiap klub wajib menyetor deposit Rp 2 miliar dan budgeting cap sebesar Rp 8 miliar untuk tiga musim kompetisi.
Selain itu, bila status PSS Sleman berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT), maka seluruh jajaran manajemen yang saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) otomatis harus tersisih. (radar jogja)
