Nama Baru PSS Real Sleman
Setelah cukup lama mengambang dan hanya menjadi wacana, akhirnya terjadi kesepakatan antara PSS Sleman dengan Real Mataram untuk melakukan peleburan (Merger). Selasa malam (9/8) kedua manajemen bertemu di Mess PSS Sleman yang terletak di Jalan Magelang Km 6 Jombor Mlati Sleman.
Dalam pertemuan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut, pihak Super Elang Jawa diwakili GM Djoko Handoyo, Manajer Tim Rumadi, Manajer Keuangan Hardo Kisworo dan Sekretaris Tim Pustopo. Sedang kubu The Reds Army, sebutan Real Mataram dipimpin langsung oleh CEO Erik Irawan Pujoadi, bersama penasehat tim Kusnadi dan Ketua Panpel Sulistyo.
Ditemui di Kantor Bappeda Sleman, General Manager PSS Sleman Djoko Handoyo membenarkan adanya pertemuan tersebut. Dalam pertemuan tersebut terjadi kesepakatan untuk melakukan merger. Namun, hal- hal teknis seperti komposisi manajemen, pelatih, maupun materi pemain akan dibicarakan lagi.
“Yang penting sebelum batas akhir penyerahan berkas yang ditetapkan PSSI tanggal 22 (Agustus) besok, kami sudah siap,” jelas pria yang akrab disapa Djohan tersebut. Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 01.00 dinihari tersebut baru menyepakati nama yang bakal dipakai pada kompetisi mendatang, yakni PSS Real Sleman.
Disinggung mengenai komposisi manajemen pascapeleburan, Djohan belum bisa menjawab. Masalah ini, lanjutnya akan dibicarakan setelah PSSI mengumumkan hasil verifikasi seluruh klub 25 Agustus mendatang. Saat ini, PSS Sleman dan RM masih mengurus akta notaris soal pembentukan badan hukum baru .
Ditambahkannya, jika hingga batas waktu yang ditentukan badan hukum tersebut belum bisa terbentuk, maka, kedua belah pihak bersepakat untuk menggunakan akta milik RM atas nama PT. Putra Mataram Sejati.
Terpisah, CEO Real Mataram, Erik Irawan Pujoadi menegaskan bahwa peleburan klub dengan PSS Sleman merupakan langkah yang sangat efektif. Menurutnya, untuk membentuk satu klub kuat di Jogja maka satu-satunya jalan hanyalah melakukan merger. Peleburan klub menjadi satu peluang untuk klub dapat berlaga dan bertahan di Pro 1.
Penggabungan dua tim ini dipastikan akan memakan korban. Tak hanya jajaran manajemen yang akan dilepas jabatannya, pemain-pemain kedua tim dipastikan akan diciutkan. Pun juga dengan posisi pelatih. Namun, sejauh ini komposisi manajemen dan pemain belum dibahas. Dengan alasan menunggu waktu yang tepat, kompisisi ini akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.(radar jogja)
