PSS Sleman memastikan merger dengan klub Real Mataram Yogyakarta, dalam mengikuti kompetisi PSSI format baru mendatang. Dalam kompetisi itu PSS dan Real Mataram akan menjadi tim baru, dengan nama ‘PSS Real Sleman’. Menurut General Manager PSS, R Djoko Handoyo SH di Kantornya Bappeda Sleman, Rabu (10/8) kemarin, kesepakatan awal itu dicapai dalam pertemuan antara pengurus PSS dan Real Mataram di Sekretariat PSS, di Jombor Mlati, Selasa (9/8) malam. Real Mataram dalam pertemuan itu diwakili oleh CEO Real, Erick Irawan, Drs Kusnadi (Manajer) dan Sulistyo. Sedang dari PSS diwakili Joko Handoyo SH, Hardo Kiswoyo SE, Drs Pustopo (Sekum) dan Drs Rumadi (Manajer).
Pertemuan yang berlangsung sampai pukul 01.00 dini hari itu menghasilkan tiga kesepatakan awal, yaitu nama menjadi ‘PSS Real Sleman’ dan alamat tim di Jombor Sinduadi Mlati, Sleman atau Jalan Magelang Km 6. Sedang hal-hal lain akan dibicarakan kemudian. Hasil kesepakatan itu kemarin langsung didaftarkan ke PSSI sebagai batas akhir untuk pendaftaran ferivikasi. “PSS dan Real Mataram memang mengejar waktu agar tidak terlambat, sehingga pengurus harus kerja keras untuk menyelamatkan tim tersebut. Sedang yang lain segera ditindaklanjuti, untuk pembentukan PT kemarin juga mengundang notaris untuk membicarakan hal itu,” kata Joko Handoyo.
Merger harus dilakukan, karena PSS bila berdiri sendiri akan kesulitan untuk memenuhi masalah Finansial. “Untuk masuk Pro I klub harus punya deposit minimal Rp 5 miliar, sedang untuk kompetisi sendiri diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp 15 miliar, belum lagi untuk mencari pemain dll. Selain itu, Stadion Maguwoharjo juga harus dilengkapi lampu sebagai syarat untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Untuk melengkapi lampu Stadion Maguwoharjo saja diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 8 sampai Rp 10 miliar. Maka jelas tidak mungkin PSS mencari dana sekitar Rp 30 miliar dalam waktu yang singkat,” lanjut Joko . (Kedaulatan Rakyat)
