Pemain PSS Sleman akan kembali menjalani latihan sore ini di Stadion Maguwoharjo. Di tengah kesibukan manajemen menyiapkan persyaratan-persyarat verifikasi, Anang Hadi dkk akan menjalani latihan perdana di bulan Ramadan ini. Kubu PSS Sleman beralasan, kompetisi akan bergulir 8 Oktober. Jeda waktu ini dianggap singkat. Karena itu, latihan akan kembali kita lakukan.” Meskipun belum jelas soal nasib PSS Sleman, anak-anak wajib latihan agar saat mendapat kejelasan nanti mereka sudah siap. Biar kondisi fisik pemain juga tetap terjaga,” ujar Manajer Tim PSS Sleman Rumadi.
Di bagian lain, manajemen PSS Sleman sejauh ini belum berani menentukan pilihan, kemana PSS Sleman akan berlaga musim baru nanti. Apakah liga profesional level 1 atau 2. Ini karena keduanya sama-sama membutuhkan biaya yang tak sedikit. Level 1 dengan Rp 20 miliar dan level 2 dengan Rp 10 miliar.
General Manajer PSS, Djoko Handoyo mengatakan sampai saat pihaknya belum berani memberikan kepastian. Manajemen beralasan tak punya sumber pendanaan untuk melengkapi syarat yang paling berat yaitu menyetorkan deposit uang pada PSSI. Permendagri yang melarang dana APBD ke klub-klub profesional membuat manjemen PSS kelimpungan mencari pendanaan.
General Manajer PSS, Djoko Handoyo mengatakan sampai saat pihaknya belum berani memberikan kepastian. Manajemen beralasan tak punya sumber pendanaan untuk melengkapi syarat yang paling berat yaitu menyetorkan deposit uang pada PSSI. Permendagri yang melarang dana APBD ke klub-klub profesional membuat manjemen PSS kelimpungan mencari pendanaan.
“Itu syarat yang paling berat bagi kami, tanpa dana APBD mencari uang sebanyak itu bukan hal yang mudah,” lanjutnya. Saat ini manajemen sedang usaha dan bekerja keras agar bisa mencari minimal Rp 2 miliar yang akan disetor sebelum 23 Agustus nanti.
Djohan menambahkan tak hanya uang deposit yang mereka cari, tapi juga syarat-syarat lain. Seperti uang jaminan untuk bisa menjalani kompetisi 3 musim yaitu 15 M untuk pro 1 dan 8 M untuk Pro 2. “Itu juga yang kita pikirkan, tapi pertama kita cari dulu untuk yang di depositkan. Minimal kita harus dan wajib dapat Rp 2 miliar,” imbuhnya.(radar jogja)
